Imam An-Nawawi adalah seorang ulama yang zuhud, banyak beramal soleh, tegas dalam membela kebenaran, serta begitu takut dan cinta pada Allah dan rasul-Nya.

Beliau menghabiskan waktunya untuk belajar ilmu dan mengajarkannya. Ia rela dengan makanan sederhana berupa roti dan buah at-tin.

Namanya adalah Yahya bin Syaraf bin Muri bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jum’ah bin Hizam Al-Hizam Al-Haurani Ad-Dimasyqi Asy-Syafi’i. Panggilannya Abu Zakaria. Dilahirkan pada bulan Muharram tahun 631 Hijriah. Read the rest of this entry »

Nama lengkapnya adalah Muslim bin Hajjaj bin Muslim bin Wardi bin Kawisyadz Al-Qusyairi An-Naisaburi. Nama panggilannya adalah Abu Husain.

Adz-Dzahabi berkata, “Imam Muslim lahir pada tahun 204 Hijriah.”

Pentingnya Kitab Sahih Muslim

Imam Nawawi mengatakan, “Dalam Kitab Sahih Muslim, hadits-hadits dan jalur periwayatannya disajikan dengan susunan dan pemaparan yang tertib dan indah.”

Read the rest of this entry »

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menggabungkan antara ‘iffah dan kekayaan dalam beberapa hadits. Diriwayatkan dari Abu Sa’id bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupinya. Dan barangsiapa yang menjaga diri (dari yang haram) maka Allah akan menjaganya.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dll.)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kaya itu bukanlah dengan banyaknya harta, tetapi kaya itu adalah kaya jiwa.” (HR. Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad). Kekayaan jiwa maksudnya adalah tidak butuh kepada sesame makhluk, karena seseorang akan menjadi hamba selama ia tamak (butuh), dan seorang akan merdeka selama ia merasa cukup. Read the rest of this entry »

Begitu banyak kaum yang binasa akibat melanggar syari’at sebagai alasan atas kejahilan dan kezhaliman mereka. Allah Ta’ala berfirman, artinya: “Sungguh Kami telah mengemukakan amanah pada langit, bumi dan gunung-gunung. Maka semuanya enggan untuk memikul amanah tersebut dan mereka khawatir terhadapnya dan dipikullah amanah tersebut oleh manusia . Sungguh, manusia itu amat zhalim dan amat bodoh.” (QS. Al Ahzab:72)

Syaikh Abdurrahman Ibn Nashir as-Sa’di berkata, ”Allah mengagungkan urusan amanah yang Dia amanatkan kepada para mukallaf, yaitu melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan, dalam kondisi sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.” Read the rest of this entry »

Apakah yang bisa menyelamatkan kaum muslimin dari kehinaan dan sikap mengekor orang-orang kafir sebagaimana telah menimpa umat Islam pada zaman ini? Tentu jawabannya adalah Islam. Tidak ada yang lain.

Islam adalah jalan hidup satu-satunya yang akan memberikan ke-maslahat-an sesuai dengan fitrah. Hanya Islam  yang mampu menegakkan suatu tatanan realistis bagi kehidupan.

Musuh-musuh Islam mengenal betul bahwa musuh mereka satu-satunya adalah Islam. Untuk itu mereka serius berusaha menghancurkan generasi yang agung ini. Hal itu disebabkan karena generasi Islam telah menghalangi mereka dari tindakan dzalim dimuka bumi sebagaimana yang mereka kehendaki. Oleh karena itu, para musuh Islam membuat konsep-konsep yang “bertentangan” dengan agama ini, agar konsep-konsep itu bisa menjadi pengganti syari’at-syari’at agama yang mulia ini. Read the rest of this entry »

Takwa merupakan wasiat Allah kepada umat generasi pertama dan generasi akhir. Allah Ta’ala berfirman, “Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ada dilangit dan yang dibumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka (ketahuilah) sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. An-Nisa: 131)

Para ulama salaf telah banyak memberikan makna mengenai hakikat takwa. Read the rest of this entry »

Menyelusuri jejak perjuangan dakwah Wahdah Islamiyah

Awal Mula

Berawal mula dari kondisi dan situasi umat Islam yang serba kompleks menjelang dekade 1980-an dan peta politik bangsa yang semakin menunjukan intensitas akomodatifnya, artinya Negara semakin akomodatif terhadap umat Islam. Kaum muda Islam Makassar melakukan serangkaian usaha-usaha kolektif agar dapat berpartisipasi dalam mendorong perubahan yang mendasar ditubuh umat Islam. Diberbagai tempat, masjid, dan komunitas kecil bergerak secara sendiri-sendiri dalam merespons kebijakan politik rezim yang menerapkan Pancasila sebagai satu-satunya sumber identitas. Read the rest of this entry »