Pertanian perkotaan didefinisikan sebagai praktek budidaya, pengolahan dan distribusi pangan di atau sekitar kota. Aspek pertanian perkotaan termasuk di antaranya peternakan, perikanan, agroforestry, dan hortikultura. Pertanian perkotaan umumnya dilakukan dalam rangka menghasilkan pendapatan dan pemenuhan kebutuhan pangan di perkotaan, meskipun dalam beberapa kasus tujuan utamanya adalah sebagai sarana wisata yang menguntungkan secara ekonomi.

Sementara itu, FAO mendefinisikan pertanian perkotaan sebagai sebuah industry yang memproduksi, memproses, dan menjual bahan makanan dalam rangka memenuhi permintaan harian konsumen dalam kota dan pinggiran kota melalui penerapan metode produksi intensif, menggunakan dan memanfaatkan kembali sumber daya alam dan limbah perkotaan untuk menghasilkan berbagai macam tanaman dan ternak. Read the rest of this entry »

Jika ia termasuk dari pelajar yang ahli dan mampu mempelajari dalil, maka ia harus mengikuti ijtihad yang ia lakukan dalam memahami dalil sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu ushul fikih. Diharamkan baginya sikap fanatisme (ta’ashub) terhadap gurunya atau mazhabnya.

Adapun dari kalangan mayoritas kaum muslimin dimana mereka bukan spesialis atau tidak mampu meneliti dalil-dalil, maka ia cukup berijtihad dalam mengikuti dalil-dalil yang lebih terpecaya baginya dalam agamanya dan ilmu. Dengan begitu, ia telah mengerjakan kewajibannya. Hal ini tampak dalam firman Allah Ta’ala, “Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang berilmu, jika kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Anbiya: 7) Read the rest of this entry »

– Pakaian yang dilarang adalah yang menampakkan aurat. Karena itu, seorang muslim wajib untuk menutup auratnya dengan pakaian yang digunakannya. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu.” (Al-A’raaf: 26)

– Pakaian yang menyerupai pakaian lawan jenis, yaitu dilarang laki-laki memakai pakaian yang mirip dengan pakaian perempuan dan sebaliknya, perempuan yang memakai pakaian mirip laki-laki.

– Pakaian yang menyerupai orang kafir. Read the rest of this entry »

Yaitu hari pertama dari bulan ke sepuluh dalam kalender Islam,  yaitu Syawal, atau hari pertama setelah berakhirnya bulan Ramadhan. Karena itu dinamakan Idul Fitri, karena manusia beribadah kepada Allah dengan berbuka puasa seperti mereka beribadah dengan puasa pada bulan Ramadhan. Mereka merayakannya sebagai bentuk syukur atas sempurnanya kenikmatan mereka dank arena Allah telah memudahkan mereka dalam beribadah pada bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185) Read the rest of this entry »

Hari Raya Dalam Islam

Posted: June 20, 2015 in Ibadah
Tags:

Hari Raya merupakan syiar Islam yang paling menonjol. Ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam datang ke Madinah dan beliau melihat orang-orang Anshar (yaitu umat Islam dari kalangan penduduk Madinah) bermain dengan bahagia setiap dua hari dalam satu tahun, maka Rasulullah bertanya, “Dua hari ini hari apa?” Mereka menjawab, “Kami selalu bermain pada hari itu sebelum kami masuk Islam .” Maka Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menggantinya untuk kalian dengan dua hari raya, yaitu hari raya Idul Adha dan hari raya Idul Fitri.” (HR. Abu Daud)

Dalam hadits lainnya, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang menerangkan bahwa hari raya merupakan syiar agama. “Sesungguhnya setiap bangsa pasti mempunyai hari raya, dan hari raya Idul Adha dan Idul Fitri adalah hari raya kita.” (HR. Bukhari-Muslim) Read the rest of this entry »

Keutamaan Puasa

Posted: June 20, 2015 in Ibadah
Tags:

Puasa memiliki banyak fadhilah (keutamaan), di antaranya adalah:

Pertama, barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan mengimani seluruh keistimewaan bulan puasa dengan keinginan agar mendapat pahala dari Allah, maka dosanya yang terdahulu akan diampuni. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan ikhlas, maka dosanya yang terdahulu akan diampuni.” (HR. Bukhari-Muslim)

Kedua, orang yang berpuasa akan berbahagia karena pahala berpuasa dan kenikmatan ketika bertemu dengan Allah Ta’ala. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan: kebahagiaan saat berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhannya.” (HR. Bukhari-Muslim) Read the rest of this entry »

Allah Ta’ala membolehkan beberapa kelompok orang untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadhan sebagai bentuk keringanan, kasih sayang, dan kemudahan. Mereka adalah:

Pertama, orang sakit yang seandainya berpuasa, maka penyakitnya akan bertambah parah. Jika demikian, dia boleh tidak puasa dan menggantinya pada hari lainnya.

Kedua, orang yang tidak kuat berpuasa, baik karena sudah lanjut usia, atau menderita sakit yang tidak kunjung sembuh, maka boleh baginya untuk tidak puasa dan menggantinya dengan fidyah, yaitu dengan memberi maka satu orang miskin sebanyak 1,5 kg setiap hari sebanyak hari yang ditinggalkannya. Read the rest of this entry »