Cerita Cinta

Posted: November 25, 2012 in Ceritaku
Tags: , , , ,

Cinta, tak diketahui letaknya di dalam diri, abstrak, tak sanggup teraba, mengambang dalam imajinasi, bergejolak seiring suasana hati. Namun mengapa, jika cinta terluka, maka tubuh seolah tersayat, luka, kemudian menjadi lemah, air mata pun mengalir, kaki seakan tak sanggup melangkah, bibir sekejap bisu, lisan seakan kaku. Tetapi, dibalik tabir cinta, ternyata memendam berjuta energi. Energi yang sanggup menjadikan seseorang bertahan ditengah guncangan cobaan, kokoh dikala terhempas musibah. Cinta, misteri yang tak pernah terungkap seutuhnya oleh logika, karena memang ia hanya bisa dirasa oleh jiwa.

Cinta memang tak akan terjamah oleh logika, logika pun tak mampu menyelami dalamnya makna cinta. Tetapi cinta, ia sanggup menguasai logika, menenggelamkannya, mempermainkannya, dan menjadikannya gila. Lalu dengan apa kita mampu memahami cinta? Dengan perasaankah? Perasaan pun labil, ia bukanlah pondasi yang kokoh. Cinta penuh dengan konsekuensi yang menyakitkan, pengorbanan yang mungkin tak berbalas, dan kesetiaan yang bisa saja terkhianati. Perasaan mungkin tak mampu memikul beban itu, sebab jika ia tersakiti sedikit saja, maka seketika itu pula cinta akan hilang tak berbekas. Berarti, perasaan pun tak sanggup memahami cinta.

(Klik untuk info kain tenun tapis Lampung terlengkap)

Betapa banyak manusia yang gila karena cinta, tersiksa hidupnya, sakit, bahkan mati karena cinta. Kisah cinta seringkali meninggalkan tragedi. Cleopatra rela bunuh diri demi menjemput arwah Mark Antony. Cinta Romeo diliputi keputusasaan, kemudian bunuh diri tatkala ditinggal mati Juliet. Qois hanya sanggup merintih sedih, menangis, gila, akhirnya pun mati, seiring cinta Laila yang tak pernah mampu ia raih.

Cinta bukan sekedar retorika, bukan pula sekedar rangkaian manis dalam alunan puitis. Indahnya syair dan merdunya lantunan melodi sekalipun, takkan mampu menyingkap tabir keindahan cinta yang hakiki. Cinta butuh pengorbanan untuk menggapainya, dan akan lelah menjaganya. Pengorbanan yang tak mengharap balas, lelah yang tak mengenal keluh, teguh walau tersakiti, sabar tatkala menanti, itulah konsekuensi cinta. Mungkin perlu introspeksi pada masing-masing diri kita, seberapa besarkah pengorbanan yang telah kita berikan kepada orang-orang tercinta. Sebab, dengan tetes keringat dan darah pengorbanan itulah, kita akan melukiskan kisah cinta yang selama ini telah terjalani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s