Karena Kita Memang Berbeda

Posted: November 25, 2012 in Pemikiran
Tags: , , , , ,

Perpisahan, kini semakin mudah orang ucapkan ketika melihat tiada lagi kecocokan antara seseorang dengan teman, sahabat, saudara, bahkan dengan pasangan hidupnya. Perbedaan-perbedaan yang tampak dalam pandangan matanya, seolah tidak bisa lagi ditoleransi, sehingga keputusan untuk berpisah seolah menjadi solusi. Kompromi menjadi jalan yang sulit dicapai, sehingga konflik menjadi tak berkesudahan, akhirnya pisah pun menjadi akhir dari segala jawaban.

Kita, manusia, merupakan makhluk yang unik. Masing-masing kita memiliki ciri khas, karakteristik yang tiada duanya di dunia ini. Kita dilahirkan dari rahim yang berbeda, dibesarkan dengan pola asuh yang berbeda, berada di rumah yang berbeda, tumbuh dilingkungan yang berbeda, bermain dengan teman yang berbeda, belajar dengan guru yang berbeda, berinteraksi dengan orang yang berbeda, memiliki minat yang berbeda, bekerja di perusahaan yang berbeda, dan masih banyak lagi perbedaan-perbedaan yang lainnya. Tentunya, semua itu akan membentuk kita dengan karakter, watak, perilaku, tabiat, pengetahuan, dan minat yang juga berbeda dengan manusia yang lain.
Namun perbedaan, bukanlah akar dari suatu perpecahan atau pertikaian. Justru Tuhan menciptakan kita dalam suku, ras, bahasa, dan bangsa yang berbeda-beda agar kita dapat saling mengenal. Dengan adanya perbedaan akan mendorong hati dan jiwa kita untuk berusaha semaksimal mungkin memahami, mengerti, dan berempati terhadap orang lain. Kita tentu ingin dimengerti, namun kita pun harus berusaha untuk mengerti bahwa kita hidup dikomunitas manusia yang memiliki banyak perbedaan dengan kita. Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk mengerti diri kita, karena orang lain pun memiliki banyak problema dalam hidupnya, sehingga tiada waktu baginya untuk lebih mendalam memahami diri kita.

(Klik untuk info kain tenun tapis Lampung terlengkap)

Berusaha memahami dan mengerti orang lain, akan membangun hubungan kita dengan orang lain menjadi semakin erat dan akrab. Dengan mudah kita akan memaklumi segala kelebihan atau kekurangan yang dimiliki orang lain. Kelebihannya adalah anugerah, sedangkan kekurangannya adalah suatu kewajaran yang dimaafkan, karena manusia memang tercipta bukan untuk menggapai kesempurnaan layaknya Tuhan.

Indahnya bila antara kita bisa saling memahami perbedaan yang ada antara kita. Dan sebaliknya, betapa beratnya bila tidak ada saling pengertian atau memahami, karena pada dasarnya setiap individu memiliki banyak perbedaan. Selalu akan muncul alasan ketidakcocokan dalam membangun interaksi antar sesama. Dalam lingkup keluarga misalnya, sikap saling acuh dan tidak saling mengerti akan berdampak pada keretakan dalam hubungan rumah tangga. Hubungan suami istri menjadi tak pernah harmonis, pertengkaran pun terjadi sepanjang waktu, akhirnya pun pernikahan dihadapkan pada masalah perceraian. Ketidakcocokan menjadi alasan basi yang seringkali suami atau istri gunakan untuk mengakhiri sebuah hubungan pernikahan.

Kita berasal dari sperma yang berbeda, dan terlahir di rahim yang juga berbeda. Kita pun dibesarkan dengan pola asuh yang berbeda, serta hidup dilingkungan yang berbeda. Asal, seluk beluk kita berbeda, sehingga wajar jika watak, perilaku, tabiat, pengetahuan, wawasan, minat, dan kecenderungan pun kita berbeda. Oleh karenanya, kita harus mengerahkan kesabaran kita untuk bisa saling memahami dan mengerti satu sama lain. Kita tidak boleh memaksakan diri, memaksa orang lain untuk sepenuhnya mengerti diri kita. Kita berada pada penilaian yang kurang bijaksana jika memaksa seseorang harus seutuhnya mengerti kita, memakan sebagaimana yang kita makan, menyukai sebagaimana yang kita suka, membenci sebagaimana yang kita benci, atau mengetahui sebagaimana yang kita ketahui. Pemaksaan seperti itu merupakan penentangan terhadap kehendak Tuhan, karena Tuhan berkehendak menciptakan kita dalam keadaan yang berbeda-beda agar kita saling mengenal, mengerti, dan memahami.

Hidup akan dipenuhi dengan kedamaian jika kita bisa saling mengerti akan perbedaan-perbedaan yang ada di antara kita. Tidak akan ada perpecahan apalagi pertumpahan darah jika kita bisa bijaksana dalam menyikapi setiap adanya perbedaan. Persahabatan akan semakin akrab, kehidupan rumah tangga akan harmonis, dan akan tercipta kerukunan di dalam kehidupan manusia. Perbedaan akan selalu ada dalam setiap celah hidup kita, karena ia merupakan bagian dari kodrat alam yang tak mungkin terpisahkan. Tak ada yang perlu ditakuti jika kita semakin bijaksana berusaha untuk bisa memahami. Maka, pahamilah orang-orang disekitar kita dengan sepenuh hati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s