Kehangatan Dalam Pendakian

Posted: November 25, 2012 in Ceritaku
Tags: , , , ,

Malam hari memang menjadi saat yang banyak digunakan para pecinta gunung untuk mendaki. Seram memang, apalagi ditambah dengan suasana dingin yang biasanya membuat badan menggigil. Namun ketakutan akan suasana malam yang mencekam dan udara yang dingin tetap tidak menciutkan nyali para pendaki yang terlanjur membulatkan tekad untuk menaklukkan puncak.
Hawa dingin yang menusuk tulang belulang seolah hilang ketika para pendaki berkumpul melepas lelah dan penat dalam lingkaran api unggun. Ketika itu, seolah udara dingin berubah menjadi hangat. Bukan karena api unggun yang menyala, namun keakraban yang tercipta antara para pendaki. Keakraban tercipta hanya dalam sekejap, saling berjabat tangan, berbagi cerita, atau sekedar bertukar makanan dan minuman. Canda dan tawa pun ikut memecah kesunyian malam. Perasaan senasib dan sepenanggungan menjadi pemecah sekat-sekat keegoisan diri.

(Klik untuk info kain tenun tapis Lampung terlengkap)

Setelah sekian lama tak mendaki, ternyata ada kerinduan yang terpendam ingin merasakan suasana itu lagi. Ingin sekali kembali merasakan kehangatan ditengah suasana gelap dan hawa dingin pegunungan. Indahnya mengingat kenangan itu, saat-saat kaki ini sulit untuk melangkah dan dada terasa sesak menghirup udara. Sungguh indah perjuangan menggapai puncak. Saat-saat yang tak terlupakan, dan selalu ingin mengulanginya lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s