Mengabadikan Nama

Posted: November 25, 2012 in Ceritaku
Tags: , , ,

Hal apakah yang tidak bisa dikurung, bahkan dengan jeruji baja sekalipun? Maka jawaban yang layak adalah akal, alias pemikiran. Jika jasad si pemilik otak terkurung dalam jeruji besi, maka pemikirannya bisa menembus rapatnya pertahanan jeruji besi itu. Ibnu Taimiyah, tokoh intelektual Islam terkemuka, berulang kali keluar masuk penjara. Beliau keluar masuk penjara bukanlah karena kasus kriminal remeh temeh macam maling ayam atau mencuri sandal jepit. Ibnu Taimiyah dijebloskan ke penjara karena ulah konspirasi musuh-musuhnya yang selalu merasa terusik kepentingannya karena keberadaan Ibnu Taimiyah. Tapi apalah daya, jasad memang terpenjara, namun pemikiran cemerlang Ibnu Taimiyah memiliki daya magnet yang menarik para pecinta ilmu untuk datang menghampirinya. Dikala Ibnu Taimiyah terpenjara, maka para pencari ilmu pun tetap berdatangan ke penjaranya guna mendapat pencerahan dari sang ulama. Ternyata penjara tak mampu menahan laju pemikiran cemerlang.

Kematian pun bukan pertanda lenyapnya pemikiran seorang intelektual. Gugurnya mujahid, Sayyid Qutb, justru kian membangkitkan semangat pergerakan para pemuda Islam. Pemikiran Sayyid Qutb tetap mampu menerobos tabir alam barzakh, tak turut terpendam di alam kubur. Melalui karya-karya monumentalnya, kita yang hidup di atas bumi ini, saat inipun masih tetap bisa mengkaji setiap nasihat, pemikiran, dan cita-cita Sayyid Qutb. Begitu pun para imam seperti Imam Bukhari dan Imam Muslim, hingga hari ini namanya selalu disebut-sebut dalam setiap majelis-majelis hadits. Pemikiran cemerlang, buah karya fenomenal, takkan usang termakan usia.

(Klik untuk info kain tenun tapis Lampung terlengkap)

Alangkah indahnya jika nama kita tetap teringat sebagai sosok yang mulia hingga bertahun-tahun, atau bahkan berabad-abad kemudian. Jasad kita memang terbujur kaku di liang lahad, namun buah pemikiran kita tetap dikenang dan dikaji secara turun-temurun oleh berbagai generasi. Tak terkira banyaknya orang-orang yang berusaha mengungkap karya-karya agung Imam Syafi’i. Barangkali puluhan, ratusan, atau ribuan penelitian sekelas disertasi terinspirasi dari buah pemikiran besar sang imam. Itupun, buah pemikirannya masih akan terus menjadi inspirasi yang melahirkan puluhan hingga ribuan disertasi berikutnya. Begitu dalamnya dan luasnya buah pemikiran Imam Syafi’i, hidup berabad silam, namun harum namanya tetap tercium hingga detik ini.

Tentu semua orang ingin namanya dikenang hingga melintas batas masa. Dikenang sebagai sumber inspirasi kebaikan bagi kebajikan umat manusia. Tiada yang mau namanya redup seiring jasadnya yang tak lagi bernyawa. Tiadalah yang suka namanya mati bersamaan dengan jasad yang terkubur. Tiadalah rela namanya dilupakan seiring jasad yang termakan waktu. Hanya dengan buah karya nyata, maka nama itu akan terpancang kokoh dalam ingatan manusia. Derasnya arus waktu memang dengan sendirinya akan menghanyutkan karya-karya yang bernilai biasa-biasa saja. Kadar kualitas buah pemikiran, tentu bukan sekedar atas dasar kemampuan akal semata, namun harus beriringan dengan hati yang senantiasa dihiasi keikhlasan. Mana karyamu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s