Menggali Potensi Diri

Posted: November 25, 2012 in Pemikiran
Tags: , , , , ,

Kita seringkali merasa pesimis ketika berhadapan dengan pandangan masa depan. Merasakan ketakutan disuatu ruang waktu yang penuh dengan misteri. Sulit menerka, bagaimanakah nasib kita di masa mendatang. Kecemasan pun terkadang menyelimuti kita akan teka-teki yang coba kita ramal tentang probabilitas, atau kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada masa depan kita. Masa depan memang penuh misteri, tiada kepastian, dan selalu teriring dengan prasangka.

Ketakutan menghadapi situasi yang tak menentu merupakan suatu yang wajar. Akan tetapi, menjadi hal yang diluar kewajaran bila kita terlalu terpaku pada ketakutan, sehingga kita terlupa untuk terus mengasah potensi diri yang terpendam dalam diri kita. Iya, kita semua memiliki potensi diri yang luar biasa, dan setiap kita, memiliki potensi dengan karakteristik tersendiri. Kita adalah makhluk yang unik. Pribadi kita berbeda dengan yang lainnya. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang memiliki karakteristik yang sama persis dengan diri kita. Namun sayangnya, tidak banyak orang yang mau atau mampu menemukan potensi dirinya. Bisa jadi, disebabkan karena kemalasan, atau keputusasaan.
Malas, mungkin karena puas dengan hasil yang telah diraih, sehingga terjebak dalam kehidupan yang mapan dan nyaman. Kemudian orang yang seperti ini biasanya takut akan perubahan. Jika terjadi perubahan, maka ia terkadang menjadi penghalangnya. Maka orang seperti ini telah membenamkan diri dalam alur kehidupan yang statis. Kalaupun ia menemukan potensi dirinya, namun dalam taraf yang orang katakan “biasa-biasa” saja, ia tidak masuk dalam klasifikasi seorang ahli ataupun profesional.

(Klik untuk info kain tenun tapis Lampung terlengkap)

Keputusasaan terjadi akibat usaha yang telah dilakukan tak kunjung menunjukkan hasilnya. Kalaupun menghasilkan sesuatu, namun tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan. Hal tersebut menghasilkan suatu masalah, dan bagi orang-orang yang tidak terbiasa hidup berdampingan dengan masalah, maka dapat dipastikan hasil akhir yang diperolehnya adalah keputusasaan.

Potensi diri muncul dari suatu proses perenungan, intorspeksi, atau evaluasi diri. Setelah melalui proses tahap awal tersebut, maka proses selanjutnya adalah masuk dalam tahap proses aksi, tindakan, atau tepatnya mencoba suatu potensi yang ingin digali, dan tentunya proses aksi tersebut harus dilakukan berulangkali hingga menimbulkan suatu reaksi yang sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kita harus berani untuk melakukan kesalahan, karena kesalahan merupakan jalan awal untuk menemukan kebenaran. Dalam kajian psikologi, dikenal dengan istilah trial and error. Sederhananya, seseorang selalu berusaha belajar dari kesalahannya sendiri, tentunya dengan disertai proses evaluasi, sehingga kesalahan yang sama tidak terjadi untuk kedua kalinya. Melalui proses aksi dan evaluasi itulah, maka suatu kebenaran sedikit demi sedikit akan mulai terungkap.

Namun inti dari proses penemuan potensi diri adalah kesabaran. Kesabaran tidak ada batasnya, itulah ungkapan yang benar. Karena jika kita terjebak dengan ungkapan sabar ada batasnya, maka kita menjerumuskan diri pada sifat kemalasan dan keputusasaan. Dengan mengetahui bahwa kesabaran tidak ada batasnya, maka kita akan cermat dalam mengatur langkah dan nafas kita. Oleh karenanya, kita harus cermat dalam memperkirakan seberapa jauh perjalanan yang akan kita tempuh, sehingga alunan langkah dan tarikan nafas kita dapat bekerja secara efektif dan efisien. Jika kita terlalu tergesa-gesa, maka kita tidak akan sanggup mencapai garis akhir. Bahkan, justru kita akan terhenti ditengah perjalanan, tertinggal oleh yang lain.

Kesabaran merupakan kunci utama untuk membuka kunci-kunci potensi diri. Kesabaran haruslah terinternalisasi dalam diri setiap orang, karena untuk menemukan potensi diri bukanlah jalan mulus yang mudah dilalui, akan tetapi sebaliknya, jalan terjal yang dikelilingi onak dan duri. Akan selalu ada ujian, cobaan, batu sandungan, ataupun halang rintangan yang harus dilalui. Bila saja kesabaran telah terinternalisasi, maka tidak ada kata putus asa dalam benak pikiran. Menguak potensi diri, memerlukan usaha yang tidak cukup sekali, namun terkadang berkali-kali. Hal itu disebabkan karena kegagalan itu besar kemungkinan akan terjadi. Jika ia mudah putus asa, maka langkahnya akan terhenti, dan buyarlah mimpi-mimpi.

Nasib perjalanan kita, berada dipundak kita, karena kitalah yang menentukan nasib kita sendiri, bukan orang lain. Menemukan potensi diri merupakan bagian dari pengukuhan jati diri. Dengan jati diri yang kuat, maka kita tidak akan mudah terombang-ambing dalam terpaan angin kehidupan yang kian kencang. Kita tidak bisa menuntut orang lain untuk berbuat sesuatu untuk diri kita, sebagaimana pula kita tidak ingin dituntut berbuat sesuatu diluar kemampuan kita. Masa depan ada ditangan kita sendiri, diatas pundak kita sendiri. Tidak ada manusia yang diciptakan tanpa potensi yang terpendam dalam dirinya. Namun, tergantung pada kita, seberapa seriuskah kita menggali dan menekuni potensi yang ada dalam diri kita. Tuhan tidak mungkin menciptakan kita dalam keadaan yang sia-sia. Akan tetapi selalu membekali kita suatu kemampuan sebagai bekal bagi eksistensi kehidupan kita.

Masa depan penuh dengan misteri, tentu kita tidak ingin menjadi manusia yang terombang ambing ditengah derasnya kehidupan yang semakin sulit. Terus kuatkan tekad untuk berusaha menemukan potensi diri, karena ada banyak orang yang mengharapkan kita, mampu hadir dengan membawa solusi melalu potensi yang kita miliki. Ingatlah masa depan penuh dengan misteri, kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita di masa yang akan datang. Namun tetaplah pada jiwa yang optimis, karena kitalah yang menentukan nasib kita sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s