Ungkapan Jiwa

Posted: December 29, 2012 in Kejiwaan
Tags: , , , , , ,

                                                                                                                                                                         Orang bilang dunia ini fana. Kehidupan sementara yang harus dilakoni di atas panggung bernama bumi. Perjalanan yang silih berganti antara bahagia dan derita. Kebahagiaannya pun tak sejati, meski sejatinya   bahagia selalu berujung derita.

Tangis atau tawa, cerah atau masam, senyum atau muram, adalah rangkaian perasaan yang mewarnai hidup ini

Tiada kebahagiaan sejati, tiada kesedihan abadi. Jalan berujung buntu, namun ada saja turun petunjuk yang membantu.Malam tak selalu gelap. Ada bulan dan bintang menyibah pekat gulita. Siang tak selalu terang. Cahaya mentari pun tak mampu menembus bumi kala mendung dan kabut menghalangi.

Angin tak selamanya bertiup kencang. Laut tak selalu berombak besar, sungai tak mesti berarus kuat, badai pun tak berlangsung lama. Begitupun hidup, tak mungkin abadi. Inilah hidup, berjalan dalam rangkaian siklus berputar.

(Klik untuk info kain tenun tapis Lampung terlengkap)

Takut itu wajar. Jerat setan selalu menghantui tiap langkah hidup anak Adam. Apalagi disaat kesengsaraan mendera, hidup kian tersiksa dan poros bumi seolah terhenti. Sempitnya hidup  membuat waktu berlalu lambat. Tiap detiknya begitu terasa. Dada sesak terasa. Gerak menjadi kaku, kepala berat, tubuh pun lemas dan malas.

Semangat apa yang sanggup mengangkat. Motivasi apa yang mampu mengisi. Dorongan apa yang bisa melapangkan.

Dimana letaknya tanah yang lapang. Kemanakah jalan keluar harus dicari. Solusi, dimana ia berada. Arah mana kaki melangkah, tiada yang tahu. Haruskah bertumpu pada takdir bahwa tiap kejadian ini sudah jadi ketentuan Tuhan?

Ikhtiar apa yang harus dikejar. Doa apa yang harus diiba. Sungguh tak ingin berputus asa dan bersandar pada kepasrahan. Sungguh perubahan ini hanya terjadi dengan upaya sepanjang waktu. Sungguh perubahan ini hanya terjadi dengan doa yang tak kenal lelah.

Segala upaya hanya boleh terhenti jika ruh telah tercerabut dari tubuhnya yang mati. Langkah tetaplah melaju walau hati diselimuti pilu. Resah usah risau meski jiwa diliputi gelisah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s