Kain Tapis Lampung

Kain Tapis Lampung

Penyebaran kain tapis diperkirakan sebagai karya tenun pada tahun 800-an. Fakta ini berdasar catatan sejarah pada abad ke-7 Masehi yang bersumber dari Prasasti Raja Belitang. Kita dapat melihat koleksi kain tapis tertua yang berumur ratusan tahun di museum Inggris dan Amerika Serikat.

Masyarakat Menggala (Tulang Bawang) dan Kenali (Lampung Barat) adalah suku Lampung pertama yang mengembangkan pembuatan tenun tapis.

Dahulu kala, motif kain tapis menunjukkan status dan kedudukan seseorang dalam komunitasnya. Kain tapis juga digunakan pada prosesi upacara adat, pemberian gelar, dan acara pernikahan. Oleh sebab itu, kain tapis mempunyai fungsi sebagai simbol strata seseorang, lambang religiusitas, estetika, serta ekonomi.

Motif pada kain tapis merupakan manifestasi dari rasa pengagungan masyarakat terhadap kebesaran alam semesta yang merupakan hasil ciptaan Tuhan. Karya seni dan historis pada motif kain tapis, menunjukkan nilai estetika yang begitu tinggi  dalam masyarakat Lampung.

(Klik untuk info kain tenun tapis Lampung terlengkap)

Seiring perubahan zaman yang semakin modern dan individualis, kesakralan simbol sosial dan religi pada kain tapis mulai tergerus. Kain tapis mulai diproduksi secara massal untuk diperdagangkan ke masyarakat umum. Keunikan pada motif tapis menjadikannya banyak dicari pecinta tenun, sehingga secara otomatis nilai ekonomisnya menjadi cukup tinggi.

Kebesaran alam semesta, terutama keanekaragaman flora dan fauna, menjadi sumber inspirasi motif kain tapis Lampung. Kejayaan masa lalu berupa ketangguhan armada maritim nusantara juga turut menginspirasi pembuatan motif kapal pada kain tapis.

Sebelum kedatangan Islam, pola motif kain tapis sangat terpengaruh dengan kebudayaan Hindu. Namun setelah masuk dan menyebarnya ajaran Islam di Lampung, motif kain tapis pun semakin bervariasi dan berkembang. Corak Islam turut mempengaruhi motif tapis dengan munculnya motif arab yang biasanya diambil dari ayat-ayat Al-Qur’an. Keberadaan motif bernafaskan Islam bukan berarti menghapus motif yang telah ada sebelumnya. Justru para perajin lebih memilih untuk mengkombinasikannya, sehingga terciptalah akulturasi budaya dalam motif sekain tapis.

Metode pembuatan kain tapis hingga saat inipun masih tergolong tradisional karena hanya menggunakan proses sulam. Walaupun telah dikenal metode pembuatan motif dengan cara bordir, namun nilai ekonomis pembuatan dengan cara sulam tetap masih lebih tinggi.

Kain tenun tapis memang termasuk kerajinan tenun dengan nilai jual yang mahal. Hal ini disebabkan kerumitan pembuatan motifnya yang membutuhkan masa penyelesaian hingga waktu berbulan-bulan.

Sumber: grosirbatiklintangmutiara

Untuk pemesanan koleksi tapis terbaik, silahkan klik disini

Jika Anda menginginkan proses transaksi melalui rekening bersama, silahkan lakukan pembelian produk kami dengan mengklik bukalapak.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s