Archive for January, 2014

Memang, segala sesuatu harus berimbang, tidak terlalu berlebihan namun tidak pula terlalu meremehkan. Itulah sikap para salafush shaleh dalam beramal maupun bertindak. Rasa cinta, kasih sayang, dan kelembutan mereka terhadap sang buah hati, namun tetap disertai dengan adab, ketegasan, keadilan, dan sikap objektif.

Kita memperoleh teladan tentang bagaimana etika berkasih sayang yang benar antara orang tua dan anak dari  sang ayah terbaik sepanjang masa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Setiap kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkunjung, Fatimah selalu menyambut, mencium, dan mengantarkannya ke tempat duduk. Begitu pula yang dilakukan Rasulullah terhadap anaknya.

Sekalipun cinta dan kasih sayang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam begitu besar terhadap Fatimah, hal itu tidak menghalangi sikap tegas Rasulullah. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Allah! Seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, tentu Muhammad akan memotong tangannya.” (HR. Bukhari-Muslim) (more…)

Allah Ta’ala menjadikan kedua orang tua sebagai tambatan kebahagiaan, taman yang penuh kasih sayang, dan curahan perhatian. Oleh karena itu, hak mereka amatlah besar dan kebaikan mereka tidak mungkin dibalas, jasa baik mereka tumbuh dan berkembang pada setiap pribadi yang baik. Manusia yang paling berjasa pada diri seseorang adalah orang tua.

Berbakti kepada orang tua adalah akhlak para nabi dan perangai orang-orang shaleh. Ia merupakan sebab yang menjadikan musibah terasa ringan, turunnya barakah, dan terkabulnya do’a. Selain itu, dada akan terasa lapang dan kehidupan terasa nyaman.

Allah Ta’ala berfirman tatkala menyifati Nabi Yahya ‘alaihissalam, “Dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.” (QS. Maryam: 14) (more…)

Pada dasarnya orang Lampung berasal dari Sekala Brak. Seiring perkembangan zaman, secara umum masyarakat adat Lampung terbagi menjadi dua, yaitu masyarakat adat Pepadun dan masyarakat adat Saibatin.

Masyarakat adat Saibatin kental dengan nilai aristokrasinya, sedangkan masyarakat adat Pepadun lebih berkembang dengan nilai-nilai demokrasinya.

Masyarakat Adat Saibatin

Masyarakat adat Saibatin mendiami wilayah adat, Labuhan Maringgai, Pugung, Jabung, Way Jepara, Kalianda, Rajabasa, Teluk Betung, Padang Cermin, Cukuh Balak, Way Lima, Talang Padang, Kota Agung, Semaka, Suoh, Sekincau, Batu Brak, Belalau, Liwa, Pesisir Krui. Ranau, Martapura, Muara Dua, Kayu Agung, keempat kota ini berada di Sumatera Selatan. Cikonenng di Pantai Banten, dan Merpas di Selatan Bengkulu. (more…)

Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib, Abu Muhammad, cucu Rasulullah dan khalifah terakhir sebagaimana diucapkan Rasulullah.

Saa’ad meriwayatkan dari Imran bin Sulaiman, ia berkata, “Al-Hasan dan Al-Husein adalah dua nama dari nama-nama penghuni surga. Tidak ada seorang Arab pun yang memakai nama itu di zaman jahiliyah.”

Al-Hasan dilahirkan pada pertengahan Ramadhan tahun ketiga Hijriah. Dia sangat mirip dengan Rasulullah. Nama Al-Hasan diberikan oleh Rasulullah, lalu diakikah dan dipotong rambutnya pada hari ketujuh dari hari kelahirannya.

Al-Mufadhal berkata, “Allah menyembunyikan nama Al-Hasan dan Al-Husein hingga Rasulullah menamai kedua cucunya dengan dua nama tersebut.” (more…)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberi petunjuk agar tidak menghindari porsi makan yang berlebihan.

Beliau memberitahukan takaran makanan yang baik bagi tubuh, sebagaimana dalam sabdanya, “Tidak ada bencana yang lebih buruk yang diisi oleh manusia daripada perutnya sendiri. Cukuplah seseorang itu makan beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Kalau terpaksa, maka ia bisa mengisi sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga sisanya untuk nafasnya.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad) (more…)

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Masing-masing penyakit pasti ada obatnya. Kalau obat sudah mengenai penyakit, penyakit itu pasti akan sembuh dengan izin Allah.”

Dalam hadits yang lain, Rasulullah bersabda, “Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia menurunkan pula obatnya.” (HR. Bukhari-Muslim) (more…)

Namanya adalah Muawiyah bin Abu Sufyan bin Harb bin Umayah bin Abd Syams bin Abdu Manaf bin Qushay. Kunyah-nya adalah Abu Abdurrahman Al-Umawi. Muawiyah dan Abu Sufyan masuk Islam saat terjadi penaklukkan kota Mekah (Fathu Makkah). Muawiyah juga turut dalam perang Hunain serta menjadi salah seorang penulis wahyu.

Muawiyah meriwayatkan sebanyak seratus enam puluh tiga hadits dari Rasulullah.

Beberapa hadits tentang keutamaan Muawiyah, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, bahwasanya Rasulullah pernah bersabda kepada Muawiyah, “Ya Allah, jadikanlah ia sebagai orang yang memberi petunjuk dan mendapat petunjuk.” (more…)