Archive for January 3, 2014

Nama beliau adalah Ahmad bin Al-Husain bin Ali bin Musa bin Al-Khazraujirdi Al-Khurasani Al-Baihaqi.

Baihaq sebenarnya adalah sekumpulan desa yang berada di kawasan provinsi Naisabur. Antara Baihaq dan Naisabur adalah jarak dua hari perjalanan dengan unta. Al-Baihaqi dilahirkan pada bulan Sya’ban tahun 384 Hijriah.

Usahanya Menuntut Ilmu

Ibnu As-Subki menceritakan proses pencarian ilmu yang ia lakukan sebagai berikut, “Al-Baihaqi melakukan haji. Lalu ia menuju Baghdad. Di sana, ia berguru kepada Hilal Al-Haffar, Abu Al-Husain bin Busyran, dan segolongan ulama lain. Selain belajar kepada ulama-ulama di Baghdad, ia juga belajar kepada ulama-ulama yang ada di Mekkah, seperti Abu Abdillah bin Nazhif, dan ulama-ulama lain yang ada di Irak, Hijaz, dan Al-Jibal.

Jika dihitung, guru-gurunya lebih dari seratus orang. Hal ini tidak seperti yang dialami oleh At-Tirmidzi, An-Nasa’I, dan Ibnu Majah. Khusus dalam bidang ilmu fiqh, ia berguru kepada Nashir Al-Umairi. Ia menyusun karya-karyanya setelah menjadi ulama yang paling ‘alim di zamannya, paling cerdas, paling cepat paham, paling baik akalnya. Kitab-kitab karyanya mencapai 1000 juz. Belum ada seorang pun yang bisa menandinginya dalam menyusun karya-karya seperti yang telah dicapainya tersebut.” (more…)

Advertisements

Umar bin Abdul’Aziz merupakan tokoh pembaharu pertama bagi generasi muslim pada periode seratus tahun pertama. Dia yang mengubah wajah dunia hanya dalam kurun waktu yang singkat, yaitu dua tahun lebih lima bulan. Umar bin Abdul’Aziz telah memuliakan agama Allah Ta’ala, meninggikan menara sunnah, manghancurkan segala bentuk bid’ah sampai keakar-akarnya sehingga ahli bid’ah harus menerima kekalahan dan kehinaan mereka, serta tidak berani memperlihatkan bid’ah yang mereka lakukan dengan terang-terangan. Dia merupakan sosok pemimpin yang berusaha menegakkan keadilan. Biografinya perlu kita tela’ah lebih dalam agar kita bisa mempelajari keteladanannya sebagai seorang pemimpin.

Nama dan Kelahiran Namanya yaitu Umar bin Abdul’Aziz bin Marwan bin Al-Hakam bin Abi Al-‘Ash bin Umayyah bin Abdisyams bin Abdimanaf bin Qushay bin Kilab. Umar bin Abdul’Aziz lahir di Hilwan, nama sebuah desa di Mesir. Ayahnya seorang pemimpin daerah disana tahun 61 atau 63 Hijriyah. Ibunya bernama Ummu ‘Ashim binti ‘Ashim bin Umar bin Al-Khattab radhiallahu’anhu. (more…)

Nama lengkap beliau adalah Ahmad bin Abdil Halim bin Abdissalam bin Abdillah bin Al-Khadr bin Muhammad bin Al-Khadr bin Ali bin Abdillah bin Taimiyah An-Namiri Al-Harrani Ad-Dimasyqi. Lahir di kota Harran pada hari Senin tanggal 10 Rabiul Awal 661 Hijriyah. Kakeknya yang bernama Abu Al-Barakat Majduddin Abdissalam bin Abdillah adalah seorang ahli fiqh dan ahli hadits.

Ayahnya yang bernama Syihabuddin Abu Al-Mahasin Abdul Halim bin Abdissalam belajar fiqh kepada bapaknya sampai menguasainya kemudian mengajar, memberi fatwa dan mengarang sehingga menjadi syaikh didaerahnya. Adz-Dzahabi mengatakan, “Syaikh Syihabuddin termasuk ulama terkemuka. Adapun namanya menjadi tersembunyi karena ia berada diantara cahaya bulan dan sinar matahari.” Adz-Dzahabi bermaksud mengisyaratkan cahaya bulan sebagai kakek Ibnu Taimiyah dan sinar matahari sebagai Ibnu Taimiyah. (more…)

Nama Imam Ath-Thabari adalah Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir bin Ghalib. Nama kunyah atau panggilannya adalah Abu Ja’far. Kelahirannya berdasarkan pendapat yang kuat adalah pada tahun 224 Hijriyah. Tempat kelahirannya di Amal, yaitu daerah yang subur di daerah Thabaristan.

Semangatnya dalam Mencari Ilmu

Abu Ja’far mengisahkan tentang dirinya, “Aku telah hafal Al-Qur’an pada saat usiaku tujuh tahun, aku telah shalat bersama manusia diusia delapan tahun dan menulis hadits diusia sembilan tahun. Dahulu ayahku dalam tidurnya melihat Rasulullah dan diriku membawa sekeranjang batu sedang bersama beliau. Dalam tidurnya, ayahku seolah melihat diriku sedang melempar batu dihadapan Rasulullah. Lalu ahli tafsir mimpi berkata kepada ayahku, ‘Sesungguhnya anak ini (Abu Ja’far Ath Tahabari), kelak jika dewasa akan memelihara syari’atnya.’ Dari mimpi itulah, akhirnya ayahku membiayai diriku mencari ilmu. Padahal pada waktu itu aku baru kanak-kanak yang masih kecil.” (more…)