Archive for January 7, 2014

Ilmu kedokteran modern tidak dilahirkan tanpa sebuah proses. Ada beberapa periode dimana teori dan praktik kedokteran modern belum tumbuh sedemikian kuatnya.

Disinilah kita melihat pentingnya membuka buku catatan harian yang berisi karya-karya monumental ahli kedokteran Islam abad pertangahan. Tidak mudah memahami sebuah karya zaman pertengahan, karena wujud bukunya saja sulit ditemukan di perpustakaan universitas-universitas Islam di Indonesia. Lebih mudah menemukan karya fikih zaman pertengahan dibanding mencari buku Canon-nya Ibnu Sina.

Nama lengkap Ibnu Sina adalah Hussain ibn Abdullah ibn Hasan ibn Ali ibn Sina. Dalam bahasa Latin, Ibnu Sina disebut Avicenna (Yunani; Abitzianos). Lahir sekitar tahun 980 M di Afshana, dekat Bukhara, yang merupakan kampung halaman ibunya di Khurasan, dari keluarga Persia. Ayahnya, Abdullah, sarjana dari Balkh, sebuah kota penting di Kesultanan Samanid, Afganistan. (more…)

Advertisements

Su’ul Khatimah

Posted: January 7, 2014 in Tauhid
Tags: , , ,

Setiap manusia tentu mengharapkan kelak agar ia dapat mati dalam keadaan yang baik (husnul khatimah). Namun ternyata, keadaan akhir yang baik tersebut bukanlah suatu perkara yang mudah untuk digapai. Hanya orang-orang yang memiliki keimanan dan keistiqomahan yang kuat lah yang mampu menggapai akhir kehidupan yang baik. Akhir kehidupan yang buruk (su’ul khatimah) merupakan suatu bencana yang sangat besar bagai seorang muslim karena ia menjadi tanda awal petaka bagi perjalanan hidup selanjutnya menuju akhirat. Shiddiq Hasan Khan menceritakan bahwa, “Su’ul khatimah memiliki sebab-sebab yang harus diwaspadai oleh seorang mukmin.” Kemudian beliau pun menyebut sebab-sebab seseorang tertimpa su’ul khatimah. (more…)

Apabila kita memperhatikan kehidupan kita dari berbagai sisinya –baik dari segi material maupun spiritual, pemikiran, social, ekonomi, politik, maupun aspek lainnya- maka kita akan menemukan bahwa timbangan prioritas pada umat sudah tidak seimbang lagi.

Kita dapat menemukan di setiap Negara Arab dan Islam berbagai perbedaan yang sangat mencolok, yaitu perkara-perkara yang berkenaan dengan dunia seni dan hiburan senantiasa diprioritaskan dan didahulukan atas persoalan yang menyangkut ilmu pengetahuan dan pendidikan. Dalam aktivitas pemuda misalnya, kita menemukan bahwa perhatian terhadap olahraga jauh lebih diutamakan daripada olah akal pikiran, sehingga makna pembinaan remaja lebih dititikberatkan pada pembinaan sisi jasmaniah daripada sisi ruhaniahnya. (more…)

Tauhid adalah keyakinan seorang hamba bahwa Allah itu Esa serta tiada sekutu bagi-Nya, baik dalam hal rububiyah, uluhiyah, asma’ maupun sifat-Nya. Seorang hamba wajib untuk meyakini dengan sepenuh hati bahwa hanyalah Allah Sang Pemilik atas segala sesuatu. Dialah satu-satunya Pencipta dan Pengatur alam semesta. Hanyalah Allah pula yang berhak untuk disembah, dan setiap sesembahan selain-Nya adalah bathil. Dia memiliki sifat yang sempurna dan suci dari segala aib ataupun kekurangan, serta hanya bagi-Nya asma’ al-husna dan sifat yang tinggi.

PEMBAGIAN TAUHID

– Tauhid dalam Ma’rifat (pengenalan) dan Itsbat (penetapan)

Tauhid ini dinamakan dengan tauhid rububiyah dan tauhid asma’ wa shifat, yaitu menauhidkan Allah dalam asma’ (nama-nama)-Nya, sifat-sifat-Nya, dan af’al (perbuatan-perbuatan)-Nya

Oleh karenanya, seorang hamba berkewajiban untuk meyakini bahwa Allah adalah Tuhan yang menguasai dan mengatur alam semesta ini. Allah pulalah Tuhan yang sempurna dzat, asma’, sifat, dan perbuatan-Nya. (more…)

Fakta sejarah mengatakan bahwa kaum wanita belum pernah mendapatkan penghormatan dan kemuliaan seperti yang mereka dapatkan dari ajaran Islam. Kaum wanita selalu diperlakukan secara hina sebelum kedatangan Islam. Oleh karenanya, Islam datang membawa aturan, memberikan hak asasi bagi kaum wanita yang belum pernah diberikan sebelumnya oleh ajaran-ajaran terdahulu. Islam juga datang dengan memuliakan wanita, serta meninggikan kedudukan mereka.

Dalam kebudayaan Yunani Kuno, salah satu negara yang dianggap maju kebudayaannya, wanita diperlakukan dengan semana-mena. Mereka tidak memiliki kedudukan apapun selain sebagai pemuas hawa nafsu. Bahkan aristoteles pernah mengutuk bangsa Asbarata karena mereka terlalu banyak memberikan kemudahan kepada wanita dan memberikan mereka hak-hak yang berlebihan. Kemudahan yang dimaksud Aristoteles adalah hak kaum wanita Asbarata untuk memiliki banyak suami. Walaupun demikian, kedudukan wanita bangsa Asbarata tetaplah dianggap sebagai kaum yang hina. Bahkan dalam undang-undang bangsa Asbarata, kaum laki-laki dibolehkan menikahi wanita dalam jumlah yang tak terbatas. Mereka bangga dengan banyaknya wanita yang dimilikinya, serta mengelompokkan mereka dalam tiga derajat. Ketiga derajat itu adalah istri sah, istri setengah sah, dan derajat yang terakhir adalah wanita yang dijadikan sebagai pemuas nafsu belaka. (more…)

Salah satu hal yang terlihat amat mengherankan adalah seorang mukmin berdoa tetapi doanya tidak dikabulkan. Ia tetap berdoa dan terus berdoa. Namun, ternyata ia harus tetap menanti pengabulannya dalam waktu yang cukup lama, bahkan ia tak melihat satu pun tanda akan adanya pengabulan.

Dalam kondisi seperti itu, seorang mukmin mesti mengetahui bahwa apa yang tengah dialaminya adalah sebuah ujian yang memerlukan kesabaran lebih, dan bisikan-bisikan yang bergolak di jiwanya adalah sebuah penyakit yang harus diobati.

Lalu, mengapa Allah Ta’ala menunda, bahkan menolak permohonan hamba-Nya? (more…)

Semenanjung Arabia

Menurut bahasa, Arab berarti padang pasir, tanah gundul, dan gersang yang tidak terdapat air serta tanaman. Wilayah Arab memiliki beberapa nama, di antaranya yaitu Jazirah Al-‘Arab (pulau Arab) dan Ardh Al-‘Arab (bumi Arab). Sedangkan pada saat ini, wilayah Arab lebih dikenal dengan nama Al-jazirah Al-Arabiyah (semenanjung Arab). Semenanjung Arab adalah semenanjung terbesar di dunia. Semenanjung ini dikelilingi oleh tiga lautan, yaitu Laut Merat di Barat, Teluk Arab di Timur, serta Laut Yaman di Selatan. Bangsa Arab kemudian membagi wilayah mereka berdasarkan bentuk bumi, iklim, dan jenis vegetasi, sehingga terbentuklah lima wilayah yang meliputi:

  1. Wilayah Tihamah. Biasa juga disebut dengan nama Ghaur atau Ghaur Tihamah, keduanya memiliki makna yang sama.
  2. Hijaz.  Hijaz kota membentang dari pinggiran Mekah hingga Madinah Utara. Kemudian Tabuk yang meliputi daerah Bani Sulaim, Waqim, Laila, Syauran, dan daerah Nar. Sedangkan Hijaz pinggiran merupakan wilayah yang dibatasi oleh pegunungan Sarah. Sarah secara bahasa bermakna puncak. Pegunungan ini membentang dari gunung Tatslits hingga Thaif di Utara. Dengan demikian, di wilayah Hijaz ini terdapat dua kota suci Islam, yaitu Mekah dan Madinah. (more…)