Ibnu Sina, Bapak Kedokteran Modern

Posted: January 7, 2014 in Biografi
Tags: , , , ,

Ilmu kedokteran modern tidak dilahirkan tanpa sebuah proses. Ada beberapa periode dimana teori dan praktik kedokteran modern belum tumbuh sedemikian kuatnya.

Disinilah kita melihat pentingnya membuka buku catatan harian yang berisi karya-karya monumental ahli kedokteran Islam abad pertangahan. Tidak mudah memahami sebuah karya zaman pertengahan, karena wujud bukunya saja sulit ditemukan di perpustakaan universitas-universitas Islam di Indonesia. Lebih mudah menemukan karya fikih zaman pertengahan dibanding mencari buku Canon-nya Ibnu Sina.

Nama lengkap Ibnu Sina adalah Hussain ibn Abdullah ibn Hasan ibn Ali ibn Sina. Dalam bahasa Latin, Ibnu Sina disebut Avicenna (Yunani; Abitzianos). Lahir sekitar tahun 980 M di Afshana, dekat Bukhara, yang merupakan kampung halaman ibunya di Khurasan, dari keluarga Persia. Ayahnya, Abdullah, sarjana dari Balkh, sebuah kota penting di Kesultanan Samanid, Afganistan.Ibnu Sina mendapat pendidikan yang baik di Bukhara. Hafal Al-Qur’an pada usia 10 tahun. Dengan kecerdasan yang luar biasa, dia bisa mengejar kemampuan gurunya pada fikih mazhab Hanafi dari ulama Ismail Al-Zahid.

Pada usia 18 tahun, setelah belajar selama dua tahun, Ibnu Sina bergelar dokter yang berkualifikasi penuh. Dia menyatakan, “Ilmu kedokteran bukan ilmu yang sulit, seperti matematika dan metafisika, sehingga saya segera bisa mencapai kemajuan.”

(Klik untuk info kain tenun tapis Lampung terlengkap)

Ibnu Sina kemudian mulai mengobati pasien, dengan menggunakan ilmu kedokteran yang diakui. Bukunya, The Canon Of Medicine di tulis pada tahun 1025 M di Persia. Aslinya ditulis dalam bahasa Arab, kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa seperti Persia, Cina, Ibrani, Jerman, Prancis, dan Inggris. Buku ini terutama dipengaruhi kedokteran Yunani, Romawi, dan kedokteran Islam. Selain itu, juga dipengaruhi cara pengobatan India dan Cina.

Reputasi buku ini di Eropa, dijadikan standar teks kedokteran sampai abad ke-18. Di Universitas Montpellier, Prancis, pada akhir tahun 1650 masih digunakan sebagai teks standar. Sejak abad ke-12 sampai 18, Ibnu Sina merupakan penuntun dalam mempelajari ilmu kedoteran di universitas-universitas di Eropa. Bahkan sampai sekarang, prinsip-prinsip kedokteran yang dijelaskan dalam Canon masih diajarkan di UCLA (University of California, Los Angeles) dan Universitas Yale , sebagai bagian dari sejarah kedokteran.

Apa sebenarnya yang menarik dari buku tersebut dan apa yang membedakannya dengan buku kedokteran yang lain? Buku ini memberi klasifikasi anatomi tubuh dan penyakit. Terdiri dari lima buku; buku pertama dan kedua menjelaskan tentang fisiologi, patologi, dan hygiene; buku ketiga dan keempat berisi metode penyembuhan penyakit; dan buku kelima menerangkan komposisi dan preparat obat. Bagian terakhir ini mengandung observasi pribadi.

Untuk lebih mudah dimengerti, fisiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari fungsi organisme hidup serta bagian-bagiannya, mempelajari faktor fisika serta kimia, dan proses yang terlibat. Patologi adalah ilmu yang mempelajari perubahan fungsi atau mempelajari fungsi jaringan yang sakit.

Canon terkenal karena menggunakan percobaan sistemik dan penghitungan dalam mempelajari fisiologi, mengklasifikasi, menjelaskan penyakit dan membuat dugaan penyebabnya, menemukan penyakit menular, serta penyakit yang disebarkan melalui hubungan seksual.

Canon juga mengenalkan karantina untuk membatasi penyebaran infeksi, mengenalkan percobaan kedokteran dan percobaan klinis, mengenalkan analisis faktor resiko, dan gagasan adanya kumpulan gejala atau sindroma dalam mendiagnosis penyakit tertentu, neuropsikiatri (gabungan antara ilmu saraf dan psikiatri), membuat hipotesis keberadaan mikroorganisme atau kuman. Kebersihan, obat-obatan sederhana, kompleks, dan fungsi dari tubuh juga ada dalam buku tersebut.

Canon merupakan buku pertama mengenai percobaan kedokteran, kedokteran berbasis bukti, percobaan dengan kontrol acak, tes daya guna obat, berisi aturan serta prinsip percobaan, keefektifan obat baru dan perawatan, yang sampai sekarang masih menjadi dasar farmakologis klinis dan percobaan klinis modern. Buku ini berisi 800 obat yang telah diuji coba, termasuk yang berasal dari tanaman dan zat kimia.

Ibnu Sina merupakan pioner dari neuropsikiatri. Ibnu Sina pertama kali menerangkan berbagai kondisi neuropsikiatri seperti halusinasi, insomnia, mania, nightmare, melankolia, dementia, epilepsy, paralis, stroke, vertigo, dan tremor. Ibnu Sina juga pioner dalam pengobatan psikofisiologi dan psikosomatik.

Dalam bidang kimia, Ibnu Sina yang pertama kali menjelaskan proses kimia penyulingan uap yang merupakan teknik untuk menghasilkan alkohol dan minyak esensial, yang di kemudian hari merupakan dasar aromaterapi.

Dr. William Osler menyatakan bahwa Canon merupakan buku suci dalam waktu yang lama di antara buku-buku kedokteran. Pada tahun 2006, Prof. John Urquhart menyatakan, “Jika tahun ini 1990 dan Anda memerlukan buku penuntun kedokteran, buku mana yang harus Anda baca? Pilihan saya adalah Ibnu Sina.”

Pada Maret 2008, diumumkan bahwa nama Avicenna (Ibnu Sina) digunakan sebagai nama direktorat institusi pendidikan untuk profesional pelayanan kesehatan di dunia. Direktorat Avicenna akan berisi daftar universitas dan kampus, dimana dokter, praktisi kesehatan publik, ahli farmasi, dan lainnya dididik. Tim proyek ini menyatakan, “Mengapa Avicenna?” Avicenna terkenal karena menggabungkan pengetahuan dari Barat dan Timur. Dia memiliki pengaruh yang kekal dalam perkembangan kedokteran dan ilmu kesehatan. Penggunaan Avicenna menyimbolkan kerjasama dunia yang memang diperlukan untuk promosi pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi.

Namun menyedihkan karena karya Ibnu Sina tidak dianggap sebagai bagian identitas dari khazanah thibbun nabawi. Dia “hanya” dianggap sebagai bapak kedokteran modern yang mengobati banyak pasien tanpa menarik bayaran.

Sumber:

Hidayatullah, Edisi Khusus 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s