Pembelajaran Tauhid

Posted: January 7, 2014 in Tauhid
Tags: , , , , , ,

Tauhid adalah keyakinan seorang hamba bahwa Allah itu Esa serta tiada sekutu bagi-Nya, baik dalam hal rububiyah, uluhiyah, asma’ maupun sifat-Nya. Seorang hamba wajib untuk meyakini dengan sepenuh hati bahwa hanyalah Allah Sang Pemilik atas segala sesuatu. Dialah satu-satunya Pencipta dan Pengatur alam semesta. Hanyalah Allah pula yang berhak untuk disembah, dan setiap sesembahan selain-Nya adalah bathil. Dia memiliki sifat yang sempurna dan suci dari segala aib ataupun kekurangan, serta hanya bagi-Nya asma’ al-husna dan sifat yang tinggi.

PEMBAGIAN TAUHID

– Tauhid dalam Ma’rifat (pengenalan) dan Itsbat (penetapan)

Tauhid ini dinamakan dengan tauhid rububiyah dan tauhid asma’ wa shifat, yaitu menauhidkan Allah dalam asma’ (nama-nama)-Nya, sifat-sifat-Nya, dan af’al (perbuatan-perbuatan)-Nya

Oleh karenanya, seorang hamba berkewajiban untuk meyakini bahwa Allah adalah Tuhan yang menguasai dan mengatur alam semesta ini. Allah pulalah Tuhan yang sempurna dzat, asma’, sifat, dan perbuatan-Nya.– Tauhid dalam Qasd (tujuan) dan Thalab (permintaan)

Tauhid ini disebut dengan tauhid uluhiyah dan ibadah, yaitu mengesakan Allah dalam setiap bentuk ibadah seperti doa, shalat, takut, harap, dan semisalnya. Maka, seorang hamba harus meyakini bahwa hanya Allah yang berhak untuk disembah sehingga tidaklah boleh melakukan peribadatan seperti berdoa, shalat, tawakal, takut, harap, nazar, memohon pertolongan kepada selain-Nya. Barangsiapa melakukan peribadatan kepada selain Allah, maka ia telah musyrik dan kafir, “Dan barangsiapa menyembah ilah selain Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabbnya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” (QS. Al-Mukminun: 117).

Tauhid uluhiyah inilah yang banyak ditentang dan diingkari oleh makhluk-Nya. Oleh karenanya, Allah Ta’ala mengutus para rasul kepada umat manusia agar manusia menyembah hanya kepada Allah Ta’ala dan meninggalkan segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu.’” (QS. An-Nahl: 36)

(Klik untuk info kain tenun tapis Lampung terlengkap)

HAKIKAT TAUHID

Inti dari sikap bertauhid adalah seseorang mengetahui bahwa setiap perkara itu datangnya dari Allah, baik hal itu berupa kebaikan, kejahatan, kemaslahatan, maupun kemudharatan. Maka kewajiban bagi seorang hamba adalah hanya menyembah kepada-Nya, berdoa, dan memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala semata.

MANFAAT TAUHID

Seorang hamba yang bertauhid kepada Allah dengan cara yang benar, maka ia hanya akan bertawakal kepada Allah semata, ia tidak akan mengadu atau memohon pertolong pertolongan kepada manusia, selalu ridho dan cinta kepada-Nya, serta menerima dengan sepenuhnya atas hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya.

Tauhid rububiyah secara umum diakui oleh mayoritas manusia, karena tauhid ini merupakan bagian dari fitrah manusia dan kesimpulan dari pengamatan mereka atas keberadaan dan keteraturan alam semesta. Pengakuan terhadap tauhid rububiyah belumlah menjadikan seseorang sebagai hamba yang bertauhid, sebab iblis pun telah mengakui rububiyah Allah, namun iblis tidak bisa disebut sebagai hamba yang bertauhid karena ia ingkar terhadap perintah Allah dan tidak mengakui tauhid ubidiyah dengan mengakui bahwa hanya Allah yang berhak untuk disembah.

KEUTAMAAN TAUHID

Allah Ta’ala berfirman, “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-An’am: 82).

Dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (yang haq) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, serta Isa adalah hamba Allah dan utusan-Nya, Isa adalah kalimat-Nya yang diberikan kepada Maryam dan roh dari-Nya, dan juga bersaksi bahwa surga adalah benar dan neraka itu adalah benar, maka Allah Ta’ala akan memasukannya ke dalam surga sesuai dengan amal perbuatannya.” (HR. Muttafaq alaih)

KESEMPURNAAN TAUHID

Tauhid tidaklah sempurna kecuali hanya dengan menyembah Allah Ta’ala dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesembahan yang lain serta menjauhi thaghut. Thaghut adalah segala perbuatan seorang hamba yang telah melanggar batasan syar’I, baik menyangkut sesuatu yang disembah seperti menyembah patung, atau orang yang diikuti seperti tukang sihir, serta ulama suu’ (ulama yang tidak konsisten dengan ajaran agama), atau seseorang yang menaati pejabat atau penguasa yang menyimpang dari ajaran agama.

Jenis-Jenis Thaghut:

  1. Iblis
  2. Orang yang disembah, kemudian orang tersebut rela dengan hal tersebut.
  3. Seseorang yang mengajak manusia untuk menyembah dirinya.
  4. Seseorang yang meng-klaim bisa mengetahui hal-hal yang ghaib.
  5. Seseorang yang mengajak manusia untuk berhukum kepada hukum selain hukum Allah.

Sumber:

Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At-Tuwaijiri, Ensiklopedia Islam Al-Kamil: Darus Sunnah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s