Habbatussauda, Biji Hitam yang Diberkahi

Posted: January 8, 2014 in Kesehatan
Tags: ,

“Gunakanlah Al-Habbatussauda, karena di dalamnya terdapat obat untuk segala macam penyakit kecuali as-Sam (kematian).” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Sebutannya cukup banyak. Ada yang menyebut kalonji, kaladuru, habbatussauda, atau syunis. Di Inggris disebut black caraway, black cumin atau black seed. Sedangkan di Indonesia dikenal dengan nama jintan hitam. Dalam Biologi, biji hitam ini memiliki nama nigella sativa.Menurut sejarah, habbatussauda berasal dari Mediterania, terutama di Mesir, lalu menyebar ke pelosok dunia, seperti Yaman, Arab Saudi, Siria, dan Irak. Sebagian Asia Selatan, seperti India dan Pakistan. Selain itu juga di Yunani dan Amerika.

Di Mesir, biji hitam ini dikenal dengan blessed seed (biji yang diberkahi), karena baik untuk segala macam keperluan.

(Klik untuk info kain tenun tapis Lampung terlengkap)

Sejak 2000-3000 SM, tanaman herba ini digunakan sebagai pengobatan dan tercatat dalam banyak literatur kuno seperti Ibnu Sina (980-1036), Al-Antiki, dan Al-Biruni (973-1048).

Ahli pengobatan Yunani Kuno, Dioscoredes, pada abad pertama Masehi juga telah mencatat manfaat habbatussauda untuk mengobati sakit kepala dan saluran pernafasan. Dapat juga mengatasi parasit usus. Ahli pengobatan Islam yang terkenal, Ibnu Sina, di dalam bukunya menyatakan bahwa jintan hitam dapat digunakan untuk meningkatkan metabolisme dan meningkatkan semangat.

Sejak tahun 1960, terdapat lebih dari 200 studi diberbagai universitas berbagai negara telah menemukan manfaat luar biasa dari habbatussauda. Para ilmuwan di Eropa baru-baru ini menyatakan, habbatussauda bekerja sebagai anti bakteri dan anti jamur. Para ilmuwan imunologi dan kanker menemukan bahwa habbatussauda dapat merangsang sumsum tulang dan sel-sel kekebalan tubuh untuk meningkatkan produksi interferon serta melindungi sel-sel normal terhadap efek-efek virus yang merusak sel, juga menghancurkan sel-sel tumor.

Bukti Ilmiah

Dr. Ahmad Alqodi dan rekan-rekannya di Amerika Serikat, sekitar tahun 80-an telah melakukan riset tentang pengaruh habbatussauda terhadap sistem kekebalan tubuh manusia. Setelah itu, berturut-turut diadakan riset di berbagai negara.

Menurut Dr. Hermann Ehmann, Schwarzkummel, Hipokrates (460 SM) menyarankan penggunaan habbatussauda untuk membangkitkan vitalitas dan energi, kenyamanan, serta mengatasi kelelahan tubuh. Sejak tahun 1959-1990, dari masa penelitian dan penemuan kembali habbatussauda secara modern, permintaan habbatussauda sebagai makanan suplemen di beberapa negara Barat semakin meningkat.

Penelitian lain membuktikan hal serupa. Ahli imunologi dari Universitas Munich, Dr. Med Peter Schleincher melakukan pengujian terhadap 600 orang yang menderita alergi. Hasilnya cukup meyakinkan, 70 persen yang menderita alergi terhadap serbuk, jerawat, dan asma sembuh setelah diberi habbatussauda.

Tahun 1992, jurnal Farmasi Pakistan memuat hasil penelitian yang membuktikan bahwa minyak volatil dari habbatussauda lebih mampu membunuh strainbakteri V Colera dan E. Coli, dibandingkan dengan antibiotik seperti Ampicillin dan Tetraciclin.

Adapun manfaat habbatussauda menurut beberapa penelitian ilmiah di antaranya: mampu menguatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, meningkatkan bioaktivitas hormon, menetralkan racun dalam tubuh, melancarkan air susu ibu, nutrisi tambahan bagi ibu hamil, serta mengatasi gangguan tidur dan stres. Selain itu, juga sebagai anti alergi, memperbaiki saluran pencernaan, anti bakteri, dan anti tumor.

Sumber:

Hidayatullah, Edisi Khusus 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s