Abu Bakar Ash-Shiddiq

Posted: January 10, 2014 in Biografi
Tags: , , , , ,

Ia bernama Abdullah bin Abi Quhafah Utsman bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taym bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib Al-Quraisy At-Tamimi. Nasabnya bertemu dengan nasab Rasulullah di kakeknya, Murrah.

Kaum muslimin sepakat menamakannya Ash-Shiddiq, sebab Abu Bakar merupakan orang yang pertama kali dan bersegera menyatakan kebenaran Rasulullah. Abu Bakar hijrah ke Madinah bersama Rasulullah dengan meninggalkan harta, keluarga, serta anak-anaknya. Allah telah melapangkan dadanya untuk memerangi orang-orang murtad. Betapa banyak cerita tentang kebaikan dan keutamaan Abu Bakar yang kita pun akan sulit menghitungnya, demikian kata Imam An-Nawawi.

Lahir dan Pertumbuhannya

Abu Bakar lahir dua tahun dua bulan setelah kelahiran Rasulullah. Ia meninggal dalam usia 63 tahun.

Abu Bakar tumbuh dan besar di Mekah. Ia termasuk tokoh Quraisy. Sesekali ia keluar dari Mekah untuk berdagang. Kekayaan melimpah, namun kepribadiannya sederhana dan mulia, suka menyambung silaturahmi, jujur, dermawan, serta menghormati tamu. Abu Bakar termasuk orang yang bersih di masa jahiliyah, tidak pernah bersyair dan tidak pernah minum-minuman keras.

(Klik untuk info kain tenun tapis Lampung terlengkap)

Masuk Islamnya Abu Bakar

Abu Bakar merupakan kalangan laki-laki pertama yang masuk Islam dan orang pertama yang melakukan solat bersama nabi. Sahabat pertama yang masuk Islam adalah Khadijah. Dari kalangan anak-anak, maka yang pertama masuk Islam adalah Ali bin Abi Thalib. Kemudian Zaid bin Haritsah adalah orang pertama yang masuk Islam dari kalangan budak.

Dengan keislaman Abu Bakar, maka banyak tokoh-tokoh besar Quraisy yang mengikutinya, antara lain Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqas, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah.

Abu Bakar juga mengikuti seluruh peperangan yang dipimpin Rasulullah, perang Badar, Uhud, Khandaq, penaklukan Mekah, Hunain, dan Tabuk.

Keutamaan Abu Bakar

– Abu Bakar adalah sahabat Rasulullah di gua dan ketika hijrah.

Allah Ta’ala berfirman, “Jika tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrik Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah), sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya, ‘Janganlah berduka, sesungguhnya Allah bersama kita.’” (At-Taubah: 40)

Aisyah, Abu Sa’id, dan Ibnu Abbas dalam menafsirkan ayat ini mengatakan, “Abu Bakar yang mengiringi nabi dalam gua itu.”

– Sahabat yang paling utama

Diriwayatkan dari Muhammad bin Ali bin Abi Thalib, dia berkata, “Aku bertanya pada ayahku tentang siapa manusia yang paling baik setelah Rasulullah?” Dia menjawab, “Abu Bakar.” Kemudian aku bertanya lagi, “Siapa setelahnya?” Dia menjawab, “Umar.” Dan aku takut jika dia menyebut Utsman sesudahnya, maka ku katakan, “Setelah itu pasti Anda.” Namun dia menjawab, “Aku hanyalah salah seorang dari kaum muslimin.”

– Orang yang paling dicintai Rasulullah

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, “Andai saja aku dibolehkan mengambil khalil (kekasih) selain Allah, pasti aku akan memilih Abu Bakar sebagai khalil. Namun dia adalah saudaraku dan sahabatku.”

Diriwayatkan dari Abu Utsman, dia berkata, “Telah berkata kepadaku Amru bin Al-Ash bahwa Rasulullah pernah mengutusnya dalam peperangan Dzul Salasil. Kemudian aku mendatangi Rasulullah dan bertanya, ‘Siapakah orang yang paling engkau cintai?’, maka Rasulullah menjawab, ‘Aisyah.’ Maka aku bertanya, ‘Dari kalangan laki-laki?’ Rasulullah menjawab, ‘Bapaknya.’ Kemudian kutanyakan lagi, ‘Siapa setelah itu?’ Beliau menjawab, ‘Umar.’”

Jasa-Jasa Abu Bakar

  1. Instruksinya agar jenazah Rasulullah diurus hingga dikebumikan
  2. Melanjutkan misi pasukan yang dipimpin Usamah yang sebelumnya telah dipersiapkan Rasulullah sebelum wafat.
  3. Kebijakannya menyatukan persepsi seluruh sahabat untuk memerangi kaum murtad.
  4. Pada 12 Hijiriah, Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Tsabit agar mengumpulkan Al-Qur’an yang tertulis di kulit-kulit, daun-daun, tulang-tulang, maupun dari hafalan para qari’. Peristiwa itu terjadi setelah banyaknya qari yang terbunuh dalam perang Yamamah.
  5. Abu Bakar mengirim pasukan untuk menyebarkan agama Allah ke sekitar negeri yang berbatasan dengan Madinah, baik itu ke Persia dan Syam untuk merealisasikan firman Allah Ta’ala, “Hai orang-orang beriman, perangilah orang-orang kafir yang ada disekitar kamu itu.” (At-Taubah: 123)

Usia dan Wafatnya

Abu Bakar wafat pada senin malam, delapan hari sebelum berakhirnya bulan Jumadil Akhir tahun 13 Hijriah. Saat itu, Umar menggantikannya sebagai imam shalat.

Masa kekhalifahannya berlangsung selama 2 tahun 3 bulan. Beliau wafat pada usia 63 tahun.

Sebelum wafat, Abu Bakar mewasiatkan agar seperlima hartanya disedekahkan kepada kaum muslimin. Di antara wasiat beliau kepada Aisyah, “Aku tidak meninggalkan harta untuk kalian kecuali hewan yang sedang hamil, serta budak yang selalu membantu kita untuk membuat pedang kaum muslimin. Oleh sebab itu, jika aku wafat, tolong berikan seluruhnya kepada Umar.” Ketika Aisyah menunaikan wasiat itu kepada Umar, maka Umar berkata, “Semoga Allah merahmati Abu Bakar, sesungguhnya ia telah membuat kesulitan (untuk mengikutinya) bagi orang-orang yang menjadi khalifah setelahnya.”

 

Kepustakaan

Ibnu Katsir. 2004. Al-Bidayah Wa Nihayah terjemah: Abu Ihsan Al-Atsari. Darul Haq: Jakarta

Imam As-Suyuti. 2003. Tarikh Khulafa’ terjemah: Samson Rahman. Pustaka Al-Kautsar: Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s