Imam Abu Hanifah

Posted: January 10, 2014 in Biografi
Tags: , , , , , ,

Beliau bernama An-Nu’man bin Zauthi At-Taimi Al-Kufi, kepala suku dari Bani Tamim bin Tsa’labah. Beliau dipanggil dengan sebutan Hanifah dikarenakan beliau selalu membawa tinta yang disebut Hanifah dalam bahasa Irak.

Imam Abu Hanifah dilahirkan pada tahun 80 Hijriah di Kufah, saat pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan.

Ibadahnya

Dari Asad bin Amr, dia berkata, “Sesungguhnya Imam Abu Hanifah melakukan shalat isya dan subuh dengan satu wudhu selama 40 tahun.”

Abu ‘Ashim An-Nabil berkata, “Abu Hanifah juga dipanggil dengan nama Al-Watid (orang yang kuat) karena banyaknya shalat yang dilakukannya.”

Cobaan yang Menimpanya

Dari Ubaidillah bin Amr, dia berkata, “Sesungguhnya Ibnu Hubairah telah mencambuk Abu Hanifah sebanyak 110 cambukan dengan cemeti agar dia mau memegang jabatan sebagai hakim, akan tetapi Imam Abu Hanifah tetap menolak jabatan tersebut. Ibnu Hubairah adalah seorang pejabat pemerintah di masa Khalifah Marwan yang ditugaskan di Irak.”

(Klik untuk info kain tenun tapis Lampung terlengkap)

Guru dan Murid-Muridnya

Diantara guru-guru Imam Hanifah, yaitu: Atha’ bin Abi Rabah, Ashim bin Abi An-Najwad, Alqamah bin Martsad, Hammad bin Sulaiman, Ziyad bin Alaqah, Yahya bin Said Al-Anshari, Hisyam bin Urwah, dll.

Sedangkan murid-murid beliau, diantaranya: Abu Yusuf Al-Qadhi, Abu Yahya Al-Hammani, Isa bin Yunus, Waki’, Ali bin Mushir, Abdurrazzaq, Yahya bin Yaman, Abu Abdirrahman Al-Muqri, dll.

Kepakarannya Dalam Bidang Fikih

Ibnu Al-Mubarak berkata, “Abu Hanifah adalah orang yang paling paham (tentang fikih).”

Adz-Dzahabi berkata, “Kepemimpinan dalam bidang fikih dan seluk beluknya (yang rumit) diserahkan pada imam ini.”

Meninggalnya

Dalam kitab Al-‘Ibar, Adz-Dzahabi berkata, “Diriwayatkan bahwa Khalifah Al-Manshur member minuman beracun kepada Imam Abu Hanifah dan dia pun meninggal. Semoga Allah memberikan rahmat kepadanya.”

Penolakan Imam Abu Hanifah untuk memangku jabatan hakim pada masa Khalifah Al-Manshur bukanlah penyebab utama pembunuhan keji itu. Akan tetapi adanya beberapa orang yang memusuhi Imam Abu Hanifah yang membuat fitnah dengan memberi laporan kepada Al-Manshur bahwa Imam Abu Hanifah adalah orang yang telah mempengaruhi Ibrahim bin Abdillah bin Al-Hasan bin Al-Husin bin Ali bin Abi Thalib untuk memeranginya di Bashrah, sehingga Al-Manshur sangat takut dan tidak mampu membuat keputusan.

Para ahli sejarah sepakat bahwa Imam Abu Hanifah meninggal dunia pada tahun 150 Hijriah dalam usia 70 tahun. Beliau meninggalkan seorang putra yang bernama Hammad.

Sumber:

Syaikh Ahmad Farid. 2006. 60 Biografi Ulama Salaf terjemah: Masturi Irham dan Asmu’i Taman. Pustaka Al-Kautsar: Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s