Archive for January 14, 2014

Gerakan Ahmadiyah didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di India. Mirza lahir 15 Februari 1835 M. dan meninggal 26 Mei 1906 di India.

Kesesatan Ahmadiyah

Dari hasil penelitian LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam), ditemukan butir-butir kesesatan dan penyimpangan Ahmadiyah ditinjau dari ajaran Islam (sesuai Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam). Butir-butir kesesatan dan penyimpangan itu diringkas sebagai berikut:

  1. Ahmadiyah Qadian berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad dari India adalah nabi dan rasul. Siapa yang tidak mempercayainya adalah kafir dan murtad.
  2. Ahmadiyah Qadian mempunyai kitab suci sendiri yang diberi nama Tadzkirah. (more…)

Ahlul fatroh adalah orang-orang yang belum atau tidak sampai kepada mereka ajaran para nabi, dan siapa saja yang dihukumi sama seperti mereka, misalnya anak-anak orang musyrik.

Apakah Jahil dalam Masalah Tauhid Itu Udzur?

Di antaranya, hadits dari Bani Al-Muntafiq (hadist shahih) ketika mereka datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan bertanya kepada beliau dalam sebuah hadits yang panjang tentang orang yang meninggal dari kalangan ahlul fatroh, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Allah, apa yang kamu lewati berupa kuburan orang amir atau orang Quraisy, yaitu orang musyrik, maka katakan, ‘Muhammad telah mengutus aku kepadamu, aku memberi kabar buruk untukmu, (bahwa) kamu digusur dalam keadaan telengkup di dalam nereka.” (Musnad Imam Ahmad 4/13 (16251) lihad Az-Zanad syarah lam’atul I’tiqad). (more…)

Amar ma’ruf nahi munkar merupakan poros yang paling besar dalam agama dan merupakan tugas yang karenanya Allah mengutus para nabi. Andaikan tugas ini ditiadakan, maka akan muncul kerusakan dimana-mana dan dunia pun akan binasa. Allah Ta’ala berfirman, “Dan hendaklah ada diantara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang yang beruntung.” (Ali Imron: 104).

Didalam ayat ini terkandung penjelasan bahwa tugas itu merupakan fardhu kifayah dan bukan fardhu ‘ain sebab Allah berfirman, “Hendaklah ada diantara kalian segolongan umat” dan tidak difirmankan, “Jadilah setiap diantara kalian yang menyuruh kepada yang ma’ruf”. Jika sudah ada yang melaksanakannya, berarti yang lain sudah terbebas dari tugas tersebut. Namun ada keberuntungan yang khusus dan kabar gembira bagi orang-orang yang melaksanakannya. Didalam Al Qur’an terdapat banyak ayat tentang amar ma’ruf nahi munkar. (more…)

–          Definisi Qadha’ dan Qadhar

Qadha’ menurut bahasa memiliki beberapa makna yang berbeda.

a. Hukum, hakama artinya qodhoo-a, yaqdhi, qodho; menghukumi, memutuskan.

b. Perintah

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia.” (QS. Al-Isra: 23)

c. Kabar

Artinya: “Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh.” (QS. Al-Hijr: 66) (more…)

–          Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah

Beriman kepada rasul-rasul Allah maksudnya adalah membenarkan dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah Ta’ala telah mengutus pada tiap-tiap umat, seorang rasul yang mengajak umatnya menyembah Allah Ta’ala semata dan mengingkari sesembahan selain-Nya sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus para rasul pada tiap-tiap umat (yang menyerukan), ‘Beribadahlah kepada Allah (saja) dan jauhilah thaghut…’” (QS. An-Nahl: 36).

Allah Ta’ala selalu mengutus seorang rasul atau nabi kepada setiap umat sebagai pembawa peringatan kepada kaumnya, baik dengan membawa syari’at khusus, atau dengan membawa syari’at sebelumnya yang diperbaharui. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.” (QS. Fathir: 24). (more…)

–          Definisi

Secara bahasa, kutubun adalah bentuk jamak dari kitaabun. Kitab adalah mashdar yang digunakan untuk menyatakan sesuatu yang ditulis di dalamnya. Menurut syariat, kutubun adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada rasul-Nya agar mereka menyampaikannya kepada manusia, serta bernilai ibadah bagi mereka yang membacanya.

–          Beriman Kepada Kitab-Kitab

Beriman kepada kitab-kitab Allah Ta’ala berarti membenarkan dengan keyakinan penuh bahwa Allah Ta’ala memiliki kitab-kitab yang diturunkan kepada hamba-hamba-Nya dengan kebenaran yang nyata dan petunjuk yang jelas. Dan bahwasanya kitab-kitab itu merupakan kalam Allah yang difirmankan-Nya dengan sebenar-benarnya sesuai dengan yang dikehendaki-Nya. Beriman kepada kitab-kitab-Nya adalah wajib secara ijmal (global) dalam hal yang memang umum, serta secara tafshil (rinci) dalam hal yang memang disebutkan secara terperinci. (more…)

–          Definisi Malaikat

Menurut bahasa, malaaikatun bentuk jamak dari malakun yang berasal dari kata aluu katu (risalah) dan ada yang menyatakan dari aka (mengutus).

Menurut istilah, malaikat adalah salah satu jenis makhluk Allah Ta’ala yang diciptakan-Nya secara khusus untuk taat dan beribadah kepada-Nya, serta mengerjakan segala tugas-tugas-Nya. Sebagaimana firman-Nya

Artinya: “Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al-Anbiya: 19-20) (more…)