Archive for January 30, 2014

Memang, segala sesuatu harus berimbang, tidak terlalu berlebihan namun tidak pula terlalu meremehkan. Itulah sikap para salafush shaleh dalam beramal maupun bertindak. Rasa cinta, kasih sayang, dan kelembutan mereka terhadap sang buah hati, namun tetap disertai dengan adab, ketegasan, keadilan, dan sikap objektif.

Kita memperoleh teladan tentang bagaimana etika berkasih sayang yang benar antara orang tua dan anak dari  sang ayah terbaik sepanjang masa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Setiap kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkunjung, Fatimah selalu menyambut, mencium, dan mengantarkannya ke tempat duduk. Begitu pula yang dilakukan Rasulullah terhadap anaknya.

Sekalipun cinta dan kasih sayang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam begitu besar terhadap Fatimah, hal itu tidak menghalangi sikap tegas Rasulullah. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Allah! Seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, tentu Muhammad akan memotong tangannya.” (HR. Bukhari-Muslim) (more…)

Allah Ta’ala menjadikan kedua orang tua sebagai tambatan kebahagiaan, taman yang penuh kasih sayang, dan curahan perhatian. Oleh karena itu, hak mereka amatlah besar dan kebaikan mereka tidak mungkin dibalas, jasa baik mereka tumbuh dan berkembang pada setiap pribadi yang baik. Manusia yang paling berjasa pada diri seseorang adalah orang tua.

Berbakti kepada orang tua adalah akhlak para nabi dan perangai orang-orang shaleh. Ia merupakan sebab yang menjadikan musibah terasa ringan, turunnya barakah, dan terkabulnya do’a. Selain itu, dada akan terasa lapang dan kehidupan terasa nyaman.

Allah Ta’ala berfirman tatkala menyifati Nabi Yahya ‘alaihissalam, “Dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.” (QS. Maryam: 14) (more…)