Archive for February 19, 2014

“Dan sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) benar-benar berada di atas akhlak yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)

Dalam hadits Muslim diceritakan bahwa suatu hari Khalifah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada Umar bin Khattab, “Marilah kita berangkat ke tempat Ummu Aiman radhiyallahu ‘anha, mari kita ziarah kepadanya sebagaimana dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berziarah kepadanya.” Ketika keduanya telah sampai di tempat Ummu Aiman, mendadak Ummu Aiman menangis. Khalifah Abu Bakar dan Umar merasa heran, lalu berkata, “Mengapa engkau menangis? Apakah engkau tidak mengetahui bahwa yang ada disisi Allah lebih baik bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Ummu Aiman menjawab, “Aku menangis bukan karena tidak tahu bahwa apa yang ada disisi Allah lebih baik bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Aku menangis karena wahyu terputus dari langit.” Perkataan Ummu Aiman tersebut sangat memilukan hati Khalifah Abu Bakar dan Umar, sehingga keduanya ikut menangis bersamanya. (Hadits dalam Riyadhus Shalihin no. 360) (more…)

Sesungguhnya hukum shalat gerhana (matahari dan bulan) adalah sunnah muakkadah (anjuran yang dikukuhkan) menurut seluruh ahli fikih, kecuali dalam madzhab Hanafi yang menyatakan wajib. Namun pendapat yang benar adalah pendapat pertama, yaitu sunnah muakkadah.

Dalil yang memalingkannya dari hukum wajib adalah hadits tentang seorang Arab Badui yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang shalat yang diwajibkan oleh Allah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “(Allah hanya mewajibkan atasmu) shalat lima waktu, kecuali jika engkau ingin ber-tathawu’ (manambah) dengan sesuatu.” (HR. Bukhari no. 1758, 6442) (more…)