Archive for April, 2014

Relasi Iman Dan Himmah

Posted: April 24, 2014 in Kejiwaan
Tags: , , ,

Iman adalah motor penggerak utama yang melejitkan himmah (keinginan). Dialah sebab pertama yang meneguhkan tekad, memantapkan niat, mengasah keberanian, dan menorobos semua tantangan. Iman ini pulalah yang menjadikan segala urusan besar menjadi kecil walaupun tidak bermaksud meremehkannya.

Sejarah umat Islam membuktikan itu semua. Siapa yang bisa membayangkan Persia dan Romawi bisa tunduk dibawah telapak kaki kaum muslimin pada masa pemerintahan Umar bin Khattab. Padahal kecanggihan teknologi perang kaum muslimin saat itu belum bisa disebut canggih. Siapa yang bisa menduga kalau Shalahuddin Al-Ayubi mampu mengalahkan pasukan Salib yang luar biasa kuatnya. Padahal kaum muslimin saat itu dalam keadaan lemah, kualitas hidup mereka merosot diseluruh bidang kehidupan. Siapa yang bisa menyangka kalau seorang pemuda bisa mewujudkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Konstantinopel akan ditaklukan di tangan seorang laki-laki. Maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya, dan sebaik tentara adalah tentaranya.” (HR. Ahmad) (more…)

Imam An-Nawawi adalah seorang ulama yang zuhud, banyak beramal soleh, tegas dalam membela kebenaran, serta begitu takut dan cinta pada Allah dan rasul-Nya.

Beliau menghabiskan waktunya untuk belajar ilmu dan mengajarkannya. Ia rela dengan makanan sederhana berupa roti dan buah at-tin.

Namanya adalah Yahya bin Syaraf bin Muri bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jum’ah bin Hizam Al-Hizam Al-Haurani Ad-Dimasyqi Asy-Syafi’i. Panggilannya Abu Zakaria. Dilahirkan pada bulan Muharram tahun 631 Hijriah. (more…)

Nama lengkapnya adalah Muslim bin Hajjaj bin Muslim bin Wardi bin Kawisyadz Al-Qusyairi An-Naisaburi. Nama panggilannya adalah Abu Husain.

Adz-Dzahabi berkata, “Imam Muslim lahir pada tahun 204 Hijriah.”

Pentingnya Kitab Sahih Muslim

Imam Nawawi mengatakan, “Dalam Kitab Sahih Muslim, hadits-hadits dan jalur periwayatannya disajikan dengan susunan dan pemaparan yang tertib dan indah.”

(more…)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menggabungkan antara ‘iffah dan kekayaan dalam beberapa hadits. Diriwayatkan dari Abu Sa’id bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupinya. Dan barangsiapa yang menjaga diri (dari yang haram) maka Allah akan menjaganya.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dll.)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kaya itu bukanlah dengan banyaknya harta, tetapi kaya itu adalah kaya jiwa.” (HR. Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad). Kekayaan jiwa maksudnya adalah tidak butuh kepada sesame makhluk, karena seseorang akan menjadi hamba selama ia tamak (butuh), dan seorang akan merdeka selama ia merasa cukup. (more…)