Hukum Mengikuti Hari Raya Orang Kafir

Posted: May 14, 2014 in Pemikiran
Tags: , , ,

Sesungguhnya prinsip dienul Islam adalah al-wala’ (loyalitas) pada Islam dan orang-orang beriman, serta al-bara’ (benci) pada kekafiran dan orang-orang kafir.

Wujud dari al-wala’ dan al-bara’ adalah kaum muslimin berbeda dengan orang kafir, serta bangga dengan identitas keislamannya. Allah Ta’ala berfirman, “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syari’at (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syari’at itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” (QS. Al-Jatsiyah: 18)

Tidak diragukan lagi bahwa meniru-niru ritual orang-orang kafir merupakan sebab kecintaan dan keterikatan pada mereka. Allah telah melarang mencintai orang-orang kafir dan loyal terhadap mereka sebab loyal terhadap mereka menjadikan kita sebagian dari mereka. Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu). Sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim.” (QS. Al-Maidah: 51)

Dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman, “Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun itu bapak-bapak, anak-anak, atau saudara-saudara, ataupun keluarga mereka.” (QS. Al-Mujadalah: 22)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Daud no. 4031)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Seringan-ringan kedudukan hadits ini menghukumi haramnya meniru-niru mereka (orang-orang kafir red.).”

Kategori Ikut Serta Perayaan Hari Besar Orang Kafir

– Pertama, menghadiri dan ikut serta dalam perayaan mereka.

– Kedua, mengimpor perayaan mereka ke negeri-negeri kaum muslimin

– Ketiga, menyerupai atau meniru-niru perbuatan mereka yang menjadi ciri khas hari besar mereka

– Keempat, memberi mereka hadiah dan membantu mereka dalam rangka hari besar mereka seperti berjual-beli barang-barang kebutuhan hari raya mereka.

– Kelima, membantu seorang muslim untuk meniru mereka.

– Keenam, mengucapkan ‘selamat’ dalam perayaan hari besar mereka.

– Ketujuh, menggunakan nama dan istilah ritual ibadah orang-orang kafir.

 

Sumber:

Team Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Ummul Qura’ Makkah Al-Mukarramah. 2006. Valentine Day, Ritual Paganisme dan Budaya Nasrani terjemah Rafanda. Purwokerto: Al-Kahfi Press

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s