Sejarah dan Hekekat Valentine Day

Posted: May 14, 2014 in Pemikiran
Tags:

Diantara hari besar Nasrani yang meriah pada saat ini ialah hari kasih sayang atau Valentine Day yang setiap tahun diperingati 14 Februari. Awalnya, penganut Paganisme merayakannya sebagai hari Kasih Tuhan.

Hari besar ini terjadi ± 1700 tahun yang lalu. Tatkala pergantian kekuasaan Kekaisaran Romawi yang masih menganut Paganisme (pemuja para dewa) dengan Kekaisaran Romawi Nasrani, yang ditandai dengan kematian seorang suci yang bernama Valentine. Hari kematian pahlawan inilah yang sekaligus menjadi hari kekaisaran Romawi Paganis yang kemudian diperingati oleh Kekaisaran Romawi Nasrani sebagai hari besar Negara. Peringatan ini selalu dirayakan di Amerika Serikat serta Eropa dengan cara saling memberi hadiah, pembaharuan janji suami-istri atau sepasang kekasih.

Pada hari Kasih Sayang, ada 3 momen yang diperingati, yaitu:

Pertama, tanggal 14 Februari merupakan hari suci bagi salah satu dewa Romawi Paganis yaitu Dewa Yuno yang merupakan dewa perkawinan dan wanita.

(Klik untuk info kain tenun tapis Lampung terlengkap)

Kedua, tanggal 15 Februari merupakan hari suci bagi dewa Lexus, yaitu dewa serigala betina yang telah menyusui Romelus dan Remos, pendiri kota Roma. Keduanya merupakan pahlawan besar Roma yang telah menyusu pada serigala tersebut. Peringatan ini dirayakan di stadium Illesium yang disebut dengan tempat kasih sayang. Dinamakan seperti itu sebagai gambaran kasih sayang serigala betina tadi kepada kedua anak tersebut.

Ketiga, pada masa pemerintahan Kaisar Romawi Cladius II, pemerintah saat itu mengalami hambatan dalam pelaksanaan wajib militer bagi laki-laki. Penyebab utamanya adalah beratnya para suami meninggalkan istri dan keluarganya. Akhirnya kaisar melarang pernikahan. Akan tetapi, rahib Valentine tidak menaati perintah kaisar. Secara diam-diam dia menikahkan pasangan-pasangan digerejanya. Maka, kaisar mengetahuinya, lalu ia dihukum mati pada tanggal 14 Februari 269 M. Kemudian gereja mengubah hari peringatan Dewa Lexus menjadi hari besar ibadah dan kematian Valentine yang kemudian menjadi pahlawan besar di Eropa.

Sebenarnya, gereja sudah meninggalkan peringatan Valentine secara resmi pada tahun 1969 M, karena peringatan ini berbau khurafat yang tidak sesuai dengan akhlak dan agama. Akan tetapi, masyarakat sampai saat ini masih terus merayakan peringatan tersebut.

Di antara wujud perbuatan untuk memeriahkan Valentine adalah

x. Saling tukar-menukar antara laki-laki dan perempuan berupa kartu ucapan yang bertuliskan “Be My Valentine” (jadilah Valentine-ku)

x. Saling tukar-menukar mawar merah antara laki-laki dan perempuan.

x. Saling tukar-menukar permen, coklat, atau kue antara laki-laki dan perempuan.

x. Saling memberikan boneka/gambar dewa cinta (Cupid), yaitu anak kecil yang memiliki dua sayap dengan membawa busur dan anak panah serta gambar love.

 

Sumber:

Team Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Ummul Qura’ Makkah Al-Mukarramah. 2006. Valentine Day, Ritual Paganisme dan Budaya Nasrani terjemah Rafanda. Purwokerto: Al-Kahfi Press

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s