Archive for October, 2014

Tapis Motif Asmaul Husna

Tapis Motif Asmaul Husna

Lampung bertapis indah, Lampung bertapis helau, adalah hasil kerajinan tradisional khas masyarakat Lampung. Kain tenun ini umumnya dipakai saat acara resepsi pernikahan atau acara adat.

Pembuatan tapis masih mempertahankan metode tradisional dan penyulamannya mengandalkan proses pembuatan dengan hasil tangan. Ketrampilan dan kehalusan dalam menenun tapis pada tempo dulu sangat menggambar karakter sang penyulam. Hasil sulam yang halus dapat dimaknai sebagai kehalusan budi penyulam. Jadi cerminan pribadi penyulam tampak dalam hasil karya tapisnya.

Motif yang paling umum berupa garis zig-zag atau piramida sebagai motif utamanya. Motif tersebut ada di tengah kain dan biasanya mengaplikasikan motif stitch atau motif  yang rumit dan bervariasi. Ada banyak jenis pilihan motif untuk sulaman tapis, baik berupa flora atau fauna. Beberapa diantaranya adalah motif naga, gajah, hewan tunggangan, perahu, sulur bunga, dan lainnya. (more…)

Tapis Motif Kapal

Tapis Motif Kapal

Salah satu cinderamata yang banyak dicari wisatawan ketika berkunjung ke Lampung adalah kain tenun tapis.  Berkunjung ke Lampung tanpa membeli tapis memang terasa ada hal yang kurang.  Harga tapis pun variatif, ada yang ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Masyarakat Lampung mewariskan metode pembuatan kerajinan tapis secara turun-temurun. Namun generasi belakangan mulai meninggalkan seni menenun tapis disebabkan cara pembuatannya yang dinilai rumit. Hal tersebut memang mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan mulai tergusurnya kebudayaan tapis.

Dampaknya dari mulai ditinggalkannya seni menenun tapis adalah hilangnya beberapa motif tapis dari peredaran masyarakat Lampung. Anggota masyarakat yang mengenal motif tapis pun semakin terbatas jumlahnya sehingga jumlah motif yang awalnya mencapai ratusan, kini yang hanya tiga puluhan saja yang tersisa. (more…)

Dari Sa’ad bin Abu Waqqash, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kota Madinah lebih baik bagi mereka seandainya mereka mengetahui, tidaklah seseorang meninggalkannya karena kebenciannya kepada Madinah, kecuali Allah akan mengganti penduduknya dengan yang lebih baik, dan tidaklah seseorang menetap di dalamnya walaupun kehidupan di dalamnya sangat sulit dan penuh kesusahan melainkan aku akan menjadi pemberi syafaat dan menjadi saksi baginya diakhirat kelak.” (HR. Muslim)

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku diperintahkan ke sebuah desa yang memakan desa lain, mereka menyebutnya Kota Yatsrib atau Madinah, dia akan mengusir sebagian orang sebagaimana pandai besi membersihkan kotoran besi. (Muttafaq ‘alaihi) (more…)

Berikut ini adalah tempat-tempat pelaksanaan ibadah haji:

1. Arafah

Arafaat adalah bentuk jamak dari kata Arafah. Dinamakan Arafaat karena menjadi tempat pertemuan Adam dan Hawa atau sebagai tempat manusia mengakui semua dosa-dosa mereka. Lokasinya berada di luar area tanah Haram, terletak disebelah timur sekitar 22 km dari Masjid Al-Haram. Luasnya sekitar 10,4 km persegi. Para jamaah haji diwajibkan berada di Arafah pada tanggal 8 Zulhijah.

– Masjid Namirah

Namirah adalah nama sebuah gunung disebelah barat masjid yang dijadikan nama masjid tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah singgah di lembah ‘Urnah menyampaikan khotbah dan shalat. Kemudian diawal pemerintahan Bani Abbasiah dibangunlah sebuah masjid persis di tempat beliau berkhotbah dan melaksanakan shalat. Lalu dilakukan  renovasi dan perluasan masjid pada masa pemerintahan Raja Saud, sehingga luasnya menjadi 110 meter persegi. Para jamaah haji juga berkumpul di tempat ini pada tanggal 9 Zulhijah.

(more…)