Archive for January 15, 2015

Neraka adalah tempat penyiksaan di akhirat yang dipersiapkan oleh Allah Ta’ala untuk orang-orang kafir dan orang-orang yang berbuat maksiat.

Bahan Bakar Neraka

Bahan bakar neraka terdiri atas batu-batu dan orang-orang yang durhaka kepada Allah, sebagaimana firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim: 6).

“Peliharalah dirimu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 24).

Yang dimaksud dengan orang sebagai bahan bakar neraka adalah orang-orang kafir dan orang-orang yang mempersekutukan Allah. Mengenai jenis batu yang akan digunakan sebagai bahan bakar neraka, hanya Allah Yang Mahamengetahui. (more…)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Doa adalah ibadah.” (HR. Abu Dâwûd dan selainnya, dishahihkan oleh Syaikh Al Albânî).

Akan tetapi, banyak di antara manusia melakukan kesalahan dan kekeliruan dalam berdoa, serta tidak mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Sehingga bisa jadi kesalahan dan kekeliruan tersebut menjadi penyebab tidak dikabulkannya doa seseorang. Berikut ini beberapa kesalahan dalam berdoa yang sering dilakukan banyak orang.

  1. BERDOA DENGAN MENGANGKAT TANGAN BUKAN PADA WAKTUNYA

Mengangkat tangan dalam berdoa merupakan etika yang paling agung dan memiliki keutamaan mulia serta penyebab terkabulnya doa. (more…)

Di antara hal yang dapat membinasakan anak cucu Adam adalah perbuatan menunda-nunda. Orang bijak berkata, “Barangsiapa yang menanam benih ‘nanti’, maka akan tumbuh sebuah tanaman bernama ‘mudah-mudahan’, yang memiliki buah bernama ‘seandainya’, yang rasanya adalah ‘kegagalan dan penyesalan’.”

Benar seperti apa yang dikatakan oleh seorang penyair, “Waktu itu laksana pedang, jika Anda tidak memanfaatkannya, maka dia akan menebas Anda.” Disebutkan Ibnu Mubarak—rahimahullah—dalam kitab Az-Zuhd bahwa ada sebagian ulama tabi’in yang berkata, “Ketika sakaratul maut datang, kata-kata ‘nanti’ pasti akan membuat kalian menyesal.”

NILAI SEBUAH WAKTU

– Menurut Al Qur’an

Allah Subhanahu wa ta’ala telah bersumpah dengan waktu-waktu tertentu dalam beberapa surah Al-Qur’an, seperti al-lail (waktu malam), an-nahâr (waktu siang), al-fajr (waktu fajar), adh-dhuhâ (waktu matahari sepenggalahan naik), al-‘ash (masa). (more…)

Sesungguhnya rasa takut memiliki kedudukan yang tinggi, dan bermanfaat bagi hati. Takut yang dimaksud adalah rasa takut kepada Allah. Perasaan takut kepada Allah merupakan suatu hal yang wajib ada pada diri setiap orang. Allah berfirman, “…karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Ali Imran; 175).

Dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman, “Dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).” (QS. Al-Baqarah: 40). Dalam surat Al-Maidah, Allah memerintahkan kita agar jangan takut kepada manusia, “Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku.” (QS. Al-Maidah: 44).

Abu Hafsh berkata, “Khauf adalah cemeti Allah yang digunakan untuk meluruskan orang-orang yang lari keluar dari pintu-Nya.” Rasa takut merupakan pembimbing hati manusia agar selalu berada di atas jalan yang lurus. Bila rasa takut telah hilang dari hati seseorang maka ditakutkan mereka akan tersesat. Hal ini sebagaimana perkataan Dzun Nun, “Manusia akan senantiasa diatas jalan yang lurus selama mereka masih tetap memiliki rasa takut. Bila rasa takut telah hilang, maka jalan mereka akan menjadi sesat.” (more…)

Musibah yang datang bertubi-tubi ini tidak mungkin hanya datang akibat perubahan alam semata. Ada kekuatan yang jauh lebih besar yang mengatur datangnya berbagai musibah ini agar kita merenung dan instropeksi akan keagungan kekuatan-Nya yang dahsyat. Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua yang dilaksanakan dan ditetapkan. Sebagaimana juga Allah Ta’ala Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua syari’at dan semua yang diperintahkan. Allah Ta’ala menciptakan tanda-tanda apa saja yang dikehendaki-Nya dan menetapkannya untuk menakut-nakuti hamba-Nya. Mengingatkan mereka dari perbuatan syirik, melanggar perintah dan perbuatan yang dilarang. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, artinya:

“Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.” (QS. Al Israa’: 59).

Firman-Nya yang lain:

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami disegenap ufuk dan pada diri mereka sendiri , sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup (bagi kamu), bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu.” (QS. Fushilat: 53). (more…)

Kebangkitan Islam, apapun bentuknya, jika tidak berdiri diatas landasan ilmu syar’i yang benar dan bersumber dari Al Qur’an, Sunnah dan manhaj salafush shalih, maka akan berakibat kehancuran dan kemusnahan. Karena hati yang dibangun tanpa ilmu syar’i laksana bulu diterpa angin. Terkadang digerakkan kekanan oleh perasaan hati yang kering dari ilmu syar’i dan terkadang condong kekiri oleh semangat membabi buta. Akibatnya kebangkitan seperti ini berakhir dalam keruntuhan dalam waktu yang singkat. Berbeda dengan semua itu, apabila seorang pemuda dibina menuntut ilmu syar’i yang sesuai dengan dalil-dalil syar’i dan fenomena alam Rabbani, lalu mengamalkan isinya dan berpegang teguh dengannya, maka kebangkitan seperti ini akan tumbuh sedikit demi sedikit.

Kebangkitan kaum Muslimin harus diawali dengan memacu motivasi mereka untuk kembali mempelajari Islam secara benar sesuai dengan pemahaman salafush shaleh. Sebab dengan motivasi yang tinggi akan menghidupkan jiwa yang tertidur, melenyapkan kemalasan dan mendorong seseorang untuk mewujudkan mimpi-mimpi menjadi kenyataan. Tanpa motivasi, seseorang hanya diliputi kemalasan dan angan-angan tanpa ada semangat untuk bercita-cita, berkarya dan melakukan inovasi. Motivasilah yang membangkitkan keinginan para ulama untuk menempuh perjalanan yang jauh dan menjadikan mereka istiqomah walapun mereka harus mengarungi luasnya padang pasir hingga melepuh disengat teriknya matahari hanya demi sebuah hadits. (more…)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Perbanyaklah mengingat perusak kelezatan-kelezatan, yaitu mati.” (HR. At-Tirmidzi dll.)

Al Hasan Al Al Bashri berkata, “Kematian melecehkan dunia dan tidak menyisakan kesenangan bagi orang yang berakal. Selagi seseorang mengharuskan hatinya untuk mengingat mati, maka dunia terasa kecil dimatanya dan segala apa yang ada didalamnya menjadi remeh.”

Jika Ibnu Umar mengingat mati, maka dia menggigil seperti burung yang sedang menggigil. Setiap malam dia mengumpulkan para fuqaha, lalu mereka saling mengingatkan kematian dan hari kiamat, lalu mereka semua menangis, seakan-akan dihadapan mereka ada mayat. (more…)