Archive for January 16, 2015

Hijab secara etimologi bermakna menutup, menghalangi dan mencegah. Sedangkan hijab secara syara’ adalah seorang wanita yang menutup seluruh tubuh dan perhiasannya, sehingga orang asing (yang bukan mahram-nya) tidak melihat sesuatu apapun dari tubuh dan perhiasan yang dia kenakan, yaitu menutupnya dengan pakaian atau dengan tinggal dirumah.

Jilbab merupakan baju kurung yang tebal yang dikenakan seorang wanita dari kepala hingga kedua kakinya sehingga menutupi seluruh tubuh serta perhiasannya. Syarat-syarat jilbab yaitu: (more…)

– Penetapan bahwa kewalian itu adalah milik Allah. Maksudnya, Allah Ta’ala memliki wali-wali. Allah berfirman, “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus: 62-63).

– Kemuliaan para wali di sisi Allah, yaitu jika seseorang memusuhi mereka, maka Allah telah mengumumkan permusuhan dengannya.

– Memusuhi para wali Allah termasuk dosa besar karena Allah memerangi orang-orang yang memusuhi wali-Nya. (more…)

Nasehat Imam Syafi’i

Imam Syafi’I berkata, “Aku telah bergaul dengan orang-orang kalangan sufi. Dari pergaulan itu, aku tidak mendapatkan apapun kecuali dua perkataan yang sangat berharga. Pertama, ucapan mereka, ‘Waktu adalah pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, ia pasti akan memotongmu.’ Kalimat kedua yang berkesan adalah ‘Dirimu, jika tidak kau sibukkan dengan kebenaran, maka ia akan menyibukkanmu dengan ke-bathil-an.’”

Waktu adalah usia menusia sebenarnya. Umur inilah yang akan menentukan, apakah dia akan mendapat nikmat yang abadi dan mulia di akhirat. Dan usia ini pula yang akan membuat ia terlempar ke dalam azab pedih tidak bertepi. (more…)

Termasuk prinsip akidah ahlu sunnah wal jama’ah adalah wajib taat kepada pemimpin kaum muslimin selama mereka tidak menyuruh kepada kemaksiatan. Jika mereka menyuruh kepada kemaksiatan, maka tidak boleh taat kepada mereka. Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul-(Nya) dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa’: 59).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Engkau dengarkan dan taatilah pemimpin(mu) walaupun punggungmu dipukul dan hartamu dirampas. Maka dengarkan dan taatilah!” (HR. Muslim) (more…)

Dakwah ke jalan Allah Ta’ala merupakan ketaatan yang paling mulia dan qurobah (pendekatan diri/ibadah) yang paling agung. Dakwah merupakan seutama-utama pergerakan yang mengarahkan semangat yang tinggi dan kemauan yang kuat, sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, ‘Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushsilat : 33)

Allah pun juga telah menyediakan bagi (orang yang) berdakwah, ganjaran yang besar dan pahala yang berlimpah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala orang yang mengikutinya tersebut sedikitpun.” (HR Muslim). (more…)

Salah satu prinsip aqidah Islam adalah setiap muslim yang beragama dengan prinsip aqidah ini wajib mencintai orang-orang yang memegang teguh aqidah Islam dan membenci orang-orang yang memusuhi aqidah Islam. Ia harus mencintai orang-orang yang bertauhid serta membenci orang-orang yang musyrik. Hal itu merupakan ajaran agama Nabi Ibrahim dan orang-orang yang mengikuti beliau, yakni orang-orang yang harus kita jadikan teladan. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya ketika mereka berkata kepada kaum mereka, ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah. Kami ingkari kekafiranmu dan telah nyata diantara kami dan kamu permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja’.” (QS. Al Mumtahanah: 4).

Ini juga merupakan agama Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpinmu. Sebagian mereka adalah pemimpin sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (QS. Al Maidah: 51). (more…)