Wajib Taat Pada Pemimpin Dalam Hal Kebaikan

Posted: January 16, 2015 in Pemikiran
Tags: , , , , ,

Termasuk prinsip akidah ahlu sunnah wal jama’ah adalah wajib taat kepada pemimpin kaum muslimin selama mereka tidak menyuruh kepada kemaksiatan. Jika mereka menyuruh kepada kemaksiatan, maka tidak boleh taat kepada mereka. Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul-(Nya) dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa’: 59).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Engkau dengarkan dan taatilah pemimpin(mu) walaupun punggungmu dipukul dan hartamu dirampas. Maka dengarkan dan taatilah!” (HR. Muslim)

Ahlu sunnah wal jama’ah berkeyakinan bahwa taat pada ulil amri dalam kebaikan merupakan salah satu prinsip penting dalam akidah. Ahlu sunnah wal jama’ah mengharamkan keluar dari kepemimpinan mereka (memberontak) dengan pedang jika mereka berbuat dosa selain kekufuran. Hendaknya sabar jika terjadi hal tersebut karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan agar taat kepada mereka dalam hal selain maksiat. Mereka tidak boleh diperangi dalam kondisi ada fitnah, namun diperbolehkan untuk memerangi siapapun yang hendak memecah belah persatuan umat. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik pemimpinmu adalah pemimpin yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian, yang mereka mendoakan kalian dan kalian mendoakan mereka. Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah pemimpin yang kalian benci dan mereka membenci kalian, yang kalian laknat dan mereka melaknat kalian.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami memerangi mereka dengan pedang? Beliau menjawab, “Tidak, selama mereka mendirikan shalat. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian tidak suka, bencilah perbuatannya (saja), namun janganlah keluar dari ketaatan kepadanya.” (HR. Muslim)

(Klik untuk info kain tenun tapis Lampung terlengkap)

Adapun taat kepada mereka dalam kemaksiatan, hal ini tidak boleh, sebagai perwujudan dari sunnah yang melarang hal tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap orang muslim harus mendengar dan taat (perintah pemimpinnya), baik yang dia sukai maupun dia benci, selama tidak diperintahkan pada maksiat. Jika diperintah kemaksiatan, tidak boleh mendengarkan maupun menaatinya.” (HR Bukhari)

Seorang pemimpin hendaknya bertakwa kepada Allah dalam memimpin rakyatnya, dan hendaknya dia tahu bahwa pemimpin adalah orang yang dipekerjakan oleh Allah Ta’ala untuk mengurusi rakyatnya, melayani agama Allah dan syari’atnya, serta melaksanakan hukum-Nya secara umum maupun khusus. Rasulullah bersabda, “Tiada seorang hamba yang diangkat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya kemudian dia wafat dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan baginya surga.” (HR. Muslim)

Sumber:

Intisari Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jama’ah, Abdullah bin Abdul Hamid Al-Atsari: Pustaka Imam Syafi’i.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s