Archive for January 26, 2015

Budaya lisan merupakan pilar istimewa budaya Lampung. Dengan tradisi bertutur inilah proses memindahkan nilai-nilai dan norma terjadi. Cerita rakyat memiliki nilai sosial budaya serta spiritual yang terkandung dalam budaya masyarakat Lampung.

Judul cerita rakyat Lampung antara lain: Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat, Ompung Silamponga, Sultan Domas, Asal Usul Sukadana, Asal Usul Danau Ranau, Sumur Bandung, Buaya Perompak, Kisal Telu Pak.

(more…)

Lampung mempunyai beraneka macam makanan khas. Contohnya seruit, makanan khas Lampung yang terbuat dari ikan yang digoreng atau dibakar, kemudian dicampur sambel khas daerah Lampung (sambel terasi), tempoyak (olahan durian), atau manga yang ditambahkan lagi dengan lalapan.

Sedangkan minumannya adalah serbat. Terbuat dari olahan buah mangga kweni yang diserut kecil-kecil berbentuk panjang kemudian dicampur dengan air gula, susu kental, dan es. Selain itu juga terdapat makanan khas Lampung lainnya seperti sambal Lampung, lemdok (dodol), keripik pisang kapok, kerupuk kemplang, dan manisan. (more…)

Ada berbagai jenis tarian yang merupakan asset budaya Provinsi Lampung. Salah satu jenis tarian yang terkenal adalah Tari Sembah dan Tari Melinting. Ritual Tari Sembah biasanya diadakan oleh masyarakat Lampung untuk menyambut dan memberikan penghormatan kepada para tamu atau undangan yang datang, atau dapat disebut juga sebagai tarian penyambutan. Selain sebagai ritual penyambutan, Tari sembah pun kerap kali dilaksanakan dalam upacara adat pernikahan masyarakat Lampung. (more…)

Alat musik tradisional Lampung antara lain:

Serdam, yaitu alat musik sebangsa suling yang terbuat dari bamboo tipis berlubang empat; tiga di atas dan satu di bawah, dudukan tiup diujung dengan resonansi persilangan udara pada kulit bambu.

Kerenceng atau terbangan yaitu alat musik yang terbuat dari kayu (baluh) dan kulit kambing. Untuk menghemat pemakaian dan untuk memperkeras suara digunakanlah alat peregang kulit yang terbuat dari rotan (sidak). Alat musik ini digunakan untuk mengiringi vocal, baik dalam acara ngarak (buharak) dalam bentuk tabuh lama (butabuh) dan mengiringi lagu-lagu dalam tubuh baru (diperbaru). (more…)