Kesehatan mental terbagi dalam enam bentuk yaitu:

Above normal

– Mampu mencintai, misalnya: dia mampu menjalin hubungan dan interaksi dengan orang lain

Problem solver, misalnya: mampu mempersepsi dengan akurat relitas kehidupan, mampu mengendalikan stress dan mampu mengendalikan serta tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan disekitarnya.

Positive Psychology

– Memiliki talenta, misalnya: dia memahami potensi yang ada pada dirinya

Self efficacy, misalnya: seseorang merasa yakin dan mampu menyelesaikan perkerjaannya sesuai target yang telah ditentukan.

Enabler, misalnya: dia merasa yakin untuk membuat sesuatu yang awalnya tidak mungkin menjadi mungkin.

Maturity

Mampu melaksanakan tugas-tugas perkembangan, misalnya: Pada masa remaja dituntut untuk mampu menjalin hubungan baru dengan teman sebaya baik dengan teman yang sejenis atau lain jenis dan menerima kondisi fisiknya serta perannya sebagai laki-laki atau perempuan.

Social intelligence

Social skill, misalnya: bisa melakukan hubungan social dan beradaptasi dengan lingkungan dimana dia berada.

Self awareness, misalnya: menyadari tentang perasaan yang sedang terjadi dalam dirinya.

Self regulation, misalnya: bagaimana seseorang mampu mengelola stress dan kecemasan yang terjadi didalam dirinya.

Self motivation

Subjective well-being

Aktualisasi diri

Dalam melihat sesuatu masalah berlaku hukum top-down, misalnya: seseorang dapat mengendalikan kesedihan yang dirasakan

Resilience

Menggunakan defense untuk mengatasi permasalahan dengan dengan tepat, cara yang sesuai dan proporsional.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s