Sulam usus merupakan salah satu contoh warisan nenek moyang di daerah Lampung yang memiliki potensi pasar yang sangat besar, namun agak sedikit tertinggal karena sulaman yang dibuat dari sutera kecil tersebut memerlukan waktu lama dalam pengerjaannya. Misal: untuk membuat sebuah kebaya diperlukan waktu satu pekan pengrajutan.
Sulam usus adalah sulaman yang indah berbahan baku kain satin berbentuk usus ayam dengan motif yang khas. Sulam usus dirajut dengan benang emas dan ada pula yang disertai dengan kaca dan uang logam kuno. Motif yang dikembangkan pada sulam usus adalah motif-motif natural. Sedangkan teknik yang digunakan adalah teknik pembuatan dengan sulam tangan.

Sulaman usus, biasanya dikerjakan ibu-ibu atau remaja putri. Kerajinan tersebut awalnya diperkenalkan masyarakat asli Lampung. Awalnya sulaman usus hanya sebagai kain penutup dada pada baju pengantin perempuan adat Lampung. Namun saat ini, sulama usus dikreasikan sebagai baju, kebaya, kemeja pria, hiasan dinding meja, sarung bantal kursi, kopiah, peci, hingga tempat tissue.

(Klik untuk info kain tenun tapis Lampung terlengkap)

Dalam perkembangannya, sulaman usus banyak digunakan para desainer sebagai aksesoris rancangannya, bahkan pasarnya sudah masuk ke kalangan ekonomi kelas atas. Sulam usus banyak dipasarkan di dalam negeri seperti: Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Sedangkan pemasaran ke luar negeri mencakup: Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Kelebihan sulam usus selain bentuk dan motifnya klasik dan unik, sulaman usus juga sangat halus. Selain itu, baju yang terbuat dari sulaman usus terasa cukup hangat namun tidak menjadikan gerah. Tidak heran jika sulaman usus banyak diminati oleh masyarakat.

Namun saat ini, pengrajin sulaman usus semakin sedikit karena pengerjaannya yang rumit, sehingga membutuhkan kesabaran dan ketelitian yang tinggi.

 

Sumber:
Lampung Sai Bumi Ruwai Jurai, Firman Sujadi: Cita Insan Madani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s