Menyeimbangkan Nutrisi

Posted: December 29, 2015 in Kesehatan
Tags:

Menyeimbangkan Nutrisi

Seribu hari bagi buah hati wajib hukumnya menjadi perhatian setiap orangtua. Hal ini membuat seorang ibu harus benar-benar menjaga pola makan mereka untuk asupan janin.

Janin pun akan tumbuh dan berkembang melalui pertambahan berat dan panjang badan, perkembangan otak, serta beberapa organ lain, seperti jantung, hati, dan ginjal. Pada saat dilahirkan, sebagian besar perubahan tersebut menetap bahkan selesai, kecuali beberapa fungsi, seperti perkembangan otak dan imunitas, yang berlanjut sampai seperti perkembangan otak dan imunitas, yang berlanjut sampai beberapa tahun pertama kehidupan bayi.

Pada masa prakehamilan para paling mudah adalah berusaha mencapai dan mempertahankan badan secara ideal. Selain itu, mengonsumsi makanan secara cukup dan seimbang serta memperbanyak mengonsumsi asam folat untuk pembentukan saraf dan sel tubuh. Jika kurang asam folat, bayi bsia terkena anenchepaly (lahir tanpa batok kepala), spina bifida (tulang belakang tidak tersambung), sampai anemia makrositik.

Asam folat terdapat pada sayuran hijau, daging tanpa lemak, biji-bijian, kacang tanah, dan jeruk. Zat besi dan kalsium pun dibutuhkan para ibu hamil. Kebutuhan zat besi harus ditingkatkan sebesar 200-300 persen. Penambahan ini nantinya digunakan untuk pembentukan plasenta dan sel darah merah. Sementara kalsium sudah pasti berperan dalam pembentukan gigi, tulang, hati, saraf, dan otot pada bayi.

Meningkatkan asupan vitamin D juga dibutuhkan guna meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh dan  mengurangi risiko inteksi selama kehamilan. Yodium tak kalah pentingnya dalam asupan nutrisi ini. Kekurangan yodium selama hamil mengakibatkan janin menderita hipotiroidisme yang selanjutnya dapat berkembang emnjadi kretinisme di kemudian hari.

Asupan nutrisi yang seimbang dan sesuai tahapan usia bayi akan bekerja secara efektif dalam tumbuh kembangnya. Dengan perbedaan usia anak dalam periode emas seribu hari, mereka dipastikan harus mendapatkan asupan nutrisi yang berbeda, dengan cara pemberian nutrisi yang lain pula.

Untuk bayi  usia 0-6 bulan, mereka hanya diberikan ASI karena pencernaannya belum siap untuk menerima makanan lain. ASI yang perama keluar dari seorang ibu sangat bermanfaat bagi kekebalan sang buah hati karena mengandung zat gizi yang lengkap. Maka, diperlukan inisiasi menyusui dini setelah bayi dilahirkan.

Ketika bayi memasuki fase 6-12 bulan, mereka mulai bisa diberi asupan pendamping ASI. Seperti nasi tim, sayur-sayuran, dan lauk-pauk. Jangan lupa sertakan buah atau sari buah, seperti pisang dan pepaya.

Dengan ASI dan berbagai makanan pendamping, orangtua harus mengerti bahwa hampir 80 persen sistem daya tubuh anak bayi terletak pada saluran pencernaan. Pilihan nutrisi yang tepat dapat melengkapi kebutuhan si kecil secara menyeluruh.

Nutrisi untuk membantu perlindungan dapat diperoleh dari berbagai makanan yang mampu menghasilkan bakteri baik, seperti Lactobacillus rhamnonusu. Serat pangan inulin pun menjadi syarat mutlak untuk menjaga kesehatan bayi.

Di fase 1-2 tahun, makanan pendamping bisa diberikan sebanyak tiga kali sehari dalam jumlah nutrisi yang secukupnya. Perbanyak pula variasi nutrisi dengan minyak ikan, daging, telur, sayuran, dan buah-buahan. Pada usia bayi mencapai satu tahun, berat badannya lazim mencapai tiga kali pada saat bayi lahir.

Republika 27 Oktober 2015

Koleksi kain tenun tapis terlengkap di www.rumahtapis.blogspot.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s