Sumbangsih Bahasa Arab Untuk Peradaban Dunia

Perkembangan bahasa Indonesia tidak lepas dari pengaruh bahasa Arab.

Sama seperti peran bahasa Latin kepada kebanyakan bahasa Eropa, bahasa Arab menyumbangkan banyak kosakata kepada bahasa-bahasa di dunia Islam. Pada abad pertengahan, bahasa Arab merupakan bahasa utama ilmu pengetahuan dan politik. Interaksi pada masa itu membuat beberapa bahasa Eropa turut meminjam ratusan kosakata bahasa Arab.

Pengaruh bahasa Arab paling mendalam tampak pada negara-negara mayoritas Islam atau yang pernah dikuasai Islam. Sebut saja, dalam bahasa kurdi, Persia, Swahili, urdu, hindi, turki, melayu, dan Indonesia.

Kebanyakan istilah agama yang digunakan oleh muslim seluruh dunia adalah pinjaman dari bahasa Arab. Kendati demikian, pengaruh bahasa tidak kurang banyak dalam bahasa-bahasa di belahan bumi Eropa. Sebagian besar pengaruh tersebut bermula dari ekspansi Islam ke Semenanjung Iberia.

Penaklukan muslim pada 711 M menyisakan warisan penting yang terus hidup dalam khazanah budaya masyarakat Spanyol. Adopsi bahasa Arab ke dalam bahasa Spanyol berlangsung selama kurang lebih delapan abad kekuasaan muslim di sana. Hal itu memberikan kontribusi besar dalam kosakata Spanyol modern.

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Yang paling mudah ditelisik ialah kata-kata yang dimulai dengan al, seperti algebra atau alcoba (kamar tidur). Kemudian ada kata jefe dari kata khalifa (chief), dan fulano dari kata fulan (seseorang).

Jumlah kosakata pinjaman Arab dalam bahasa Spanyol mendekati 1500 lema. Namun ada pula yang memprediksi jauh lebih besar hingga 3000-4000 lema.

Bahasa Arab juga memberi pengaruh terhadap bahasa Italia. Interaksi kedua bahasa itu bermula dari ekspansi kekuasaan Islam di wilayah selatan Italia dan hubungan perdagangan di kawasan utara. Jumlah kosakata pinjaman Arab dalam bahasa Italia mendekati 300 kata.

Berikutnya, jumlah kosakata bahasa Arab yang diadopsi ke dalam bahasa Prancis mendekati 400 lema. Pengaruh Arab dalam bahasa ini berasal dari hubungan perdagangan, interaksinya dengan bahasa Spanyol dan Latin Pertengahan, serta diaspora orang-orang Arab dalam beberapa decade terakhir.

Pengaruh bahasa Arab dalam bahasa Jerman juga berasal dari bahasa perantara, seperti bahasa Prancis dan Latin Pertengahan. Kosakata serapan bahasa Arab dalam bahasa Jerman diperkirakan mendekati 200 lema.

Selama 1000 tahun, bahasa Arab adalah bahasa internasional dalam perdagangan, pendidikan, dan politik. Ini nyaris sama dengan peran yang dimainkan bahasa Inggris sekarang. Di samping delapan bahasa tersebut, bahasa Swahili, Tamazight, kurdi, urdu, Yunani, Rusia, Portugis, dan Albania juga menyerap sejumlah kosakata bahasa Arab.

Melayu Indonesia

Perkembangan bahasa Indonesia tidak leas dari pengaruh bahasa Arab. Pengaruh tersebut tidak hanya terdapat di aspek leksikal, tapi juga morfologi dan sintaksis. Diperkirakan ada 3000 peristilahan Melayu yang berasal dari bahasa Arab dan Arab-Parsi.

Dari 10 bahasa donor terbesar terhadap bahasa Melayu-Indonesia, bahasa Arab menduduki empat kedua setelah sansekerta, disusul oleh bahasa Persia dan Hindi secara berturut-turut.

Bahasa Arab telah berumur panjang di bumi Nusantara. Bahasa Arab masuk ke nusantara seiring dengan masuknya agama Islam pada abad ke-7 M lewat para pedagang muslim serta perkembangan Islam mulai abad ke-11 dan 12 M.

Artinya, sudah lebih dari 10 abad bahasa Arab turut membentuk alam kebudayaan Indonesia. Selain penyerapan kosakata, pengaruh bahasa Arab terhadap bahasa Melayu memunculkan satu bentuk kreatif sistem tulisan yang dikenal huruf Jawi. Berkat para ulama pula, bahasa Melayu mencapai taraf yang tinggi sebagai bahasa pengkajian ilmiah.

Bahasa Arab telah menjadi bagian dari ekspresi kebudayaan dan peribadatan umat Islam di nusantara. Nama-nama dari dalam bahasa Indonesia meminjam kosakata bahasa Arab. Dalam istilah keagamaan, dikenal istilah syahadat, salat, zakat, haji, rukun, syarat, doa, wahyu, sunah, makruh, mubazir, azan, amal, hidayah.

Bahasa ini berperan memperkaya khazanah perbendaharaan kata bahasa Indonesia, baik di bidang agama, sastra, filsafat, hukum, politik, maupun ilmu pengetahuan. Kosakata Arab tersebut diserap dalam bahasa Melayu yang kemudian menjadi lingua franca dan bahasa nasional Indonesia. Dalam penyerapan itu, turut masuk ide atau konsep-konsep Islam mewarnai kondisi sosial, politik, ekonomi, budaya, dan sistem ketatanegaraan Indonesia.

Republika 10 januari 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s