Beda Umur, Beda Cara Bicara

Posted: February 1, 2016 in Anak
Tags: , , ,

Penjelasan kepada anak, disesuaikan dengan umurnya.

Anak usia balita

Anak balita, masih bersifat egosentris. Pemahaman mereka masih yang terkait dengan dirinya sendiri sehingga belum terlalu memahami apa yang ada diluar mereka.

Tapi, balita memahami orang tuanya terlihat tegang, sangat mudah marah, atau terlihat ketakutan. Bagi anak yang masih disusui, dia akan merasakan asinya tidak lancar. Sehingga mereka menjadi rewel.

Mereka tak perlu penjelasan apa pun. Tapi yang terpenting adalah memberikan rasa nyaman dan aman. Rasa itu diberikan lewat gerakan tubuh, desah napas, dan intonasi ayah bunda saat geram atau takut.

Teknik-teknik itu untuk menenangkan anak-anak balita itu, usahakan mereka sesama mungkin dengan kesehariannya.

Anak usia 4-6 tahun

Biasanya anak empat tahun ke atas lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya. Jadi mereka bisa mendengar dari orang lain mengenai berita tersebut. Nah, kepada mereka orang tua perlu mengenai terorisme atau kekerasan lainnya.

Pemahaman anak berusia empat limat tahun sangat terbatas. Saat anak ketakutan, tanyakan apa yang membuat dia takut. Ajukan pertanyaannya dengan intonasi suara tenang, nada suara rendah.

Trik bertanya, ajukan satu pertanyaan, tunggu anak jawab dulu. Orang tua bisa menjelaskan dengan bahasa anak.

Anak usia SD

Untuk anak yang lebih besar lagi, dahulukanlah bertanya lebih dulu. Apa yang kamu rasakan? Apa yang kamu ketahui? Mungkin saja dia menonton. Nah jadi dari situ, apa yang sudah diketahui anak, ayah, bunda dengarkan sehingga tahu pemahamannya seperti apa. Orang tua tidak boleh mempersalahkan anak. Tapi sebaiknya dengarkan dulu kemudian jelaskan sesuai dengan tingkat pemahamannya.

Kalau kita sudah tahu apa yang dia pikirkan, maka kita akan bisa mengoreksi kalau-kalau ada pola pikir dia yang salah.

Apalagi televise kerap menayangkan hal yang sama berulang-ulag, anak memahami kejadiannya berulang-ulang.

Selain itu, orang tua penting meyakinkan anak bahwa dia aman. Salah satu caranya, meyakinkan ayah ibunya berusaha keras menjaganya.

Anak usia SMP dan SMA

Disarankan agar orang tua mengajak anak remajanya menonton dan diskusi bersama. Dengan mengobrol dan berdiskusi, bisa meminimalkan kecemasannya. Cara bicara orang tua juga harus tenang dengan gerak tubuh yang tenang.

Pemikiran anak usia SMP dan SMA lebih kompleks. Orang tua bisa menjelaskan lebih banyak hal.

Republika 17 Januari 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s