Langkanya Renda Bangku

Posted: February 1, 2016 in Uncategorized
Tags: , , , ,

Kerajinan langka renda bangku hanya dikuasai seorang wanita di Jakarta.

Jari jemari Rukbeni lincah memindahkan kayu elos yang sudah diikat benang diujungnya. Ia membolak-balikkan kayu itu hingga membentuk sebuah renda sesuai dengan motif yang sudah dikopi dari buku. Ia juga membutuhkan bantuan jarum pentul untuk tumpuan benang yang sudah dibuat renda. Ia mengerjakan semuanya di atas bangku bundar berisi sekam. Ya itulah yang dinamakan kerajinan tangan renda bangku. Kerajinan yang dibuat di atas bangku.

Kerajinan tangan yang berasa dari Belanda dibawa ke Sumatra Barat. Kerajinan ini sudah masuk ke Koto Gadang tersebut sejak ratusan tahun lalu. Para perempuan Belanda mengajarkan keterampilan ini pada wanita setempat. Akhirnya, tradisi ini ditularkan kepada anak-anak perempuan Koto Gadang. Mereka diwajibkan belajar kerajinan ini sebagai mata pencaharian. Setiap rumah membuat renda bangku kala itu.

Karena itu, tak heran jika Rukbeni sudah belajar membuat renda bangku sejak kecil dari sang bunda. Bahkan, umur sepuluh tahun dia sudah berkarya. Dia juga sudah mendapatkan penghasilan kala itu karena usahanya membantu sang bunda membuat renda bangku yang kemudian dijual.

Rukbeni terus menekuni kerajinan renda bangku ini. Setiap harinya, ia belajar membuatnya di rumah. Ia mengerjakannya di luar waktu sekolah dan bermain. Sampai akhirnya ketika usia 15 tahun dia mulai menjual hasil karyanya sendiri. Bahkan, hingga kini usianya sudah 62 tahun, Rukbeni masih setia dengan usahanya.

Ia terus memperdalam ilmunya, melakukan modifikasi motif. Ia mempelajarinya dari internet juga buku-buku luar negeri karena Indonesia tidak memiliki buku renda bangku. Setiap hari, Rukbeni membuat renda bangku. Walaupun, terkadang dia tidak mood membuatnya.

Hampir punah

Kerajinan tangan yang luar biasa ini hampir punah saat ini.  Menurut Rukbeni, di Pamulang, dia adalah satu-satunya pengrajin renda bangku. Tidak ada lagi orang yang menekuni kerajinan ini. Bahkan, tak juga saudara-saudara Rukbeni, mereka sekedar membantu. Bahkan, teman semasa kecil Rukbeni juga tak serius lagi menggarap renda bangku karena sudah disibukkan dengan cucu-cucunya.

Karena itu, Rukbeni bertekad ingin pulang kampung dan mengajarkan anak-anak di kampungnya tentang kerajinan ini. Namun ia mengaku sulit untuk membuat anak-anak masa kini menyukai kerajinan tradisional.

Republika 24 Januari 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s