Agama Tegas terhadap Perilaku Seks Menyimpang

Posted: February 9, 2016 in Kejiwaan
Tags:

Agama Tegas terhadap Perilaku Seks Menyimpang

Perilaku LGBT merupakan perkara yang dikutuk oleh agama-agama. Dalam Katolik dijelaskan, semua orang, pria dan wanita, harus mengakui dan menerima identitas seksualnya. Dijelaskan bahwa homoseksualitas telah terjadi selama berabad-abad dan dalam budaya yang berbeda. Alkitab menyebutkan, tindakan homoseksual sebagai tindakan bejat. Homoseksual merupakan perbuatan yang bertentangan dengan hukum alam. Para pelaku tindakan seksual menutup diri terhadap karunia hidup.

Sedangkan, dalam Yahudi isu homoseksualitas dan gay sudah dikenal sejak lama. Dua ayat dalam Imamat (18:23 dan 20:13) mengungkapkan kecaman tegas terhadap seks homoseksual laki-laki.

Larangan alkitab tidak mencakup tindakan homoseksual perempuan. Otoritas lainnya menggambarkan lesbianism sebagai cabul.

Dalam agama Budha, perilaku homo seksual juga mendapat perhatian serius. Budha memiliki tiga cabang utama, yakni Theravada, bentuk tertua dari Budhisme yang menekankan kehidupan monastic, Budhisme Mahayana, bentuk yang meliputi Tanah Suci, Zen. Serta Vajrayana, bentuk unik yang muncul di India dan Tibet dan dipimpin oleh Dalai Lama. Masing-masing paham ini memiliki pandangan yang agak berbeda tentang cara hidup yang dijalani secara umum.

Info kain tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Budha Theravada peling sering ditemukan di Asia Tenggara dan berfokus pada ajaran-ajaran asli dari Budha. Dalam Budhisme Theravada, ada dua cara utama kehidupan, yakni kehidupan biarawan dan kehidupan orang biasa.

Untuk biarawan dan biksu, tidak ada aturan eksplisit yang melarang orang dengan orientasi homoseksual dari kehidupan monastic. Teks-teks suci Budha memang mengandung banyak contoh hubungan cinta kasih antara laki-laki yang belum menikah. Beberapa orang percaya untuk memiliki nada homoerotic. Tidak ada kontak seksual disebutkan dalam hal ini.

Sedangkan bagi orang-orang yang tinggal diluar biara diharapkan mematuhi lima sila. Salah satu isinya, yaitu tidak terlibat dalam perbuatan asusial. Perbuatan asusila diartikan dengan kesalahan seksual mencakup tindakan pelecehan seksual, penganiayaan anak, dan perzinaan.

Homoseksualitas tidak secara eksplisit disebutkan dalam ucapan Budha dan dicatat dalam Pali Canon. Namun, sebagian besar penafsir menyebutkan homoseksualitas harus diperbaiki menjadi cara yang sama seperti heteroseksual.

Adapun dalam Hindu, isu homoseksual merupakan hal yang kontroversial. Khususnya di kalangan umat Hindu yang berada di negara-negara yang telah melegalkan praktik homoseksual. Adanya pandangan yang beragam dari umat Hindu terkait homoseksualitas disebabkan teks-teks agama Hindu yang diterima tidak secara eksplisit menyebutkan homoseksualitas.

Homoseksualitas juga merupakan masalah yang komplek dalam Hindu karena banyaknya jenis kehidupan beragama. Secara umum, Hindu melarang tindakan homoseksual.

Keinginan Erotis atau Kama dalam agama Hindu dianggap sebagai salah satu kenikmatan yang paling sah di bumi. Dalam agama Hindu, seks di luar nikah di larang. Seks dipromosikan dalam konteks pasangan yang penuh kasih dan biasanya heteroseksual.

Republika 31 Januari 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s