Kesejahteraan Dalam Peradaban Kuno

Posted: February 9, 2016 in Pemikiran
Tags:

Kesejahteraan Dalam Peradaban Kuno

Pemerintahan dalam sejarah peradaban kuno kurang peduli dengan kesejahteraan.

Kesejahteraan merupakan satu diskursus besar dalam ilmu ekonomi. Kesejahteraan biasanya ditandai dengan tercapainya kebutuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, serta persamaan dan stabilitas sosial. Kesejahteraan telah menjadi elemen penting dari sebuah pemerintahan, termasuk pada masa peradaban kuno.

Sejarah menunjukkan bahwa kesejahteraan merupakan indicator yang baik dari keberhasilan suatu instansi pemerintah. Baik pemerintah pada zaman peradaban kuno maupun pada masa sekarang. Lalu seperti apa pemerataaan dan konsep kesejahteraan pada masa peradaban kuno.

Info kain tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Pada masa Kekaisaran Romawi, konsep kesejahteraan yang diusung masih sangat sederhana, dan dalam perkembangannya bahkan terus terdegradasi. Negara membagikan gandum dan biji-bijian kepada rakyatnya. Khususnya kepada rakyat miskin. Konsep ini telah dimulai pada masa Julius Caesar. Pada masa ini, pembagian gandum dan biji-bijian kepada rakyat miskin menjadi begitu populer.

Di era kepemimpinan berikutnya, konsep seperti ini coba untuk dihilangkan. Pemerintah berniat untuk membatasi dan mengakhiri pemberian bantuan berupa gandum dan biji-bijian. Namun, hal tersebut tidak berhasil karena banyaknya tekanan politik. Akhirnya, pemerintah mendapat gandum dengan memaksa provinsi membayar upeti dengan gandum.

Setelah beberapa generasi, orang-orang Romawi harus terbiasa mendapatkan gandum dengan membayar upeti. Pada suatu masa, Roma menolak berjuang untuk mempertahankan kerajaan ketika mereka bisa tinggal di rumah dan mendapatkan makanan gratis. Pemerintah harus menyewa tentara bayaran untuk melawan.

Kekaisaran Romawi membagi masyarakat ke dalam kelas yang mapan dan implisit. Dari konsep ini, pemerintah member upah harian berdasar biaya gandum. Berikutnya, kekaisaran Romawi memperkirakan pendapatan untuk golongan terhormat dan kaya. Beberapa kaum yang tergolong terhormat dan kaya menikmati kehidupan yang nyaman dan dapat memenuhi gaya hidup.

Kelas kedua masyarakat ini memainkan peranan penting dalam politik dan perdagangan, sedangkan yang berada di luar kelas ini hanya memiliki upah sedikit. Upah mereka hanya cukup untuk bertahan hidup sehari-hari tetapi tidak cukup untuk mencapai kesejahteraan. Orang-orang kaya pada masa kekaisaran Romawi sebagian besar terkonsentrasi di kota-kota. Ini tidak berbeda dengan AS saat ini.

Kondisi tak jauh berbeda pada masa Yunani Kuno. Di Yunani, kesejahteraan bagi masyarakatnya kurang merata. Pada masa itu, tanggung jawab sosial untuk menyejahterakan seluruh masyarakat masih belum tumbuh.

Sejarah pekerjaan sosial di Yunani dimulai di zaman kuno. Pemerintah Yunani mulai membentuk asosiasi amal yang bertujuan untuk mengintegrasikan sosial dan individu. Hal ini karena negara menyadari bahwa masalah-masalah sosial tidal bisa diatasi melalui tindakan represif.

Asosiasi amal ini dibentuk untuk membawa keseimbangan dan pemeratan materi. Selain itu, asosiasi amal juga bertujuan untuk memberi kontribusi pada penghapusan kemiskinan. Dalam konteks ini, sejumlah lembaga amal yang didirikan meliputi panti asuhan, taman kanak-kanak, sekolah, dan lembaga dokter umum.

Sebagai negara yang berdiri pada 1831, Yunani sangat tertarik dalam kesejahteraan sosial anak-anak, terutama anak korban perang. Pemerintah melakukan program untuk kesejahteraan dan pendidikan anak-anak tersebut. Untuk mewujudkan hal ini, ada sejumlah besar sumbangan dari dermawan bangsa (warga negara Yunani yang tinggal di luar negeri). Mereka mendanai pembentukan sekolah dan lembaga amal sehingga dapat membantu anak-anak yatim dan meringankan penderitaan orang miskin.

Republika 24 Januari 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s