Pemberantasan Kemiskinan Dalam Sejarah Cina

Posted: February 9, 2016 in Pemikiran
Tags: , ,

Terabaikan Dalam Sejarah Cina

Konfusianisme merupakan inti pemikiran Cina. Pemikiran ini menekankankan peran sentral negara dalam kehidupan manusia yang beradab. Sepanjang sejarah Cina, mereka memiliki kendala dalam menyejahterakan warganya. Selama lebih dari seribu tahun, Cina sempat dilanda kelaparan dan kemiskinan.

Pemerintah melakukan kegiatan sosial untuk mengatasi kemiskinan. Salah satunya dengan cara membagikan gandum kepada rakyat miskin dan tunawisma yang berbaris di pinggir jalan. Pembagian bantuan ini langsung dilakukan oleh raja kekaisaran Cina.

Keadaan ekonomi dan kesejahteraan di Cina mulai mengalami perubahan ketika kekuatan Eropa mulai mencampuri urusan negara Cina. Keterlibatan Inggris dalam perdagangan opium atau getah bahan baku dalam pembuatan narkotika membuat perekonomian Cina menjadi tergantung pada jenis perdagangan ini. Perlahan tapi pasti, pemerintah mulai kehilangan control untuk entitas perusahaan Inggris yang menuntut hak untuk menjual produk mereka meski opium merupakan produk illegal di Inggris.

Cina melakukan perlawanan untuk mengusir tentara Inggris dari Cina. Setelah serangkaian pertempuran yang dikenal Perang Opium, tentara Inggris tidak dapat menghadapi banyaknya perlawanan dan monarki Cina mampu berdaya kembali.

Info kain tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Munculnya pemerintah Maois selama dan setelah Perang Dunia II membawa reorganisasi radikal dari sistem feudal cina kuno. Tanah Cina kembali didistribusikan kepada petani untuk waktu yang tidak ditentukan.

Namun setelah tiga tahun, Maois menyita property pertanian secara terorganisasi dan kolektif. Hal ini menyebabkan sebagian besar rakyat Cina kehilangan pekerjaan yang telah mereka lakukan bertahun-tahun sebelumnya.

Pemerintah Maois Cina mewakili kebalikan dari negara kesejahteraan. Indikasi paling jelas terletak pada kenyataan bahwa ketika kelaparan besar melanda Cina sekali lagi, komunis cina menolak membuka toko butir besar yag dikelola oleh pemerintah. Padahal, pria, wanita, dan anak-anak dilanda kelaparan dan berbaris di jalanan.

Republika 24 Januari 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s