Peradaban Kuno Memandang Homoseksual

Posted: February 9, 2016 in Sejarah
Tags:

Peradaban Kuno Memandang Homoseksual

Agama-agama dunia menolak orientasi seks menyimpang.

Meski istilah homoseksual merupakan konsep penemuan modern oleh dokter Hungaria Karoly maria Benkert pada 1869, perilaku tersebut pernah eksis melintasi peradaban kuno dengan beragam reaksi dan penerimaan. Tak sedikit dari peradaban itu bahkan bersikap permisif terhadap aktivitas itu.

Dalam peradaban Yunani kuno, ketertarikan seksual kepada sesama jenis merupakan hal normal. Homoseksual pada masa Yunani kuno terjadi antara laki-laki dewasa dan laki-laki remaja. Perilaku seperti ini dikenal dengan istilah paiderastia. Homoseksual tidak terjadi antara dua lelaki dewasa. Laki-laki dewasa yang menjadi pelaku homoseksual disebut erastes (kekasi) dan seorang pemuda remaja disebut eresmos (tercinta).

Laki-laki dewasa Yunani juga memiliki istri dan keluarga. Bagi warga Yunani, bukanlah hal yang tercela ketika pria yang sudah menikah memiliki hubungan dengan anak laki-laki remaja. Laki-laki dewasa Yunani juga diharapkan memiliki keturunan dari istri sahnya.

Semua orang Yunani akrab dengan kisah cinta laki-laki. Seperti kisah Zeus turun sebagai elang untuk membawa Ganymede yang merupakan anak yang paling indah di bumi untuk menjadi kekasihnya di Gunung Olympus.

Info kain tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Hubungan seks antara sesama lelaki dewasa Yunani merupakan hal yang dianggap konyol. Norma yang berlaku, yaitu laki-laki dewasa memiliki hubungan dengan laki-laki remaja. Jika remaja tersebut sudah beranjak dewasa maka hubungan harus selesai dan pelaku homoseksual harus mencari remaja lainnya.

Jika pada masa Yunani perilaku homoseksual merupakan hal yang normal dan wajar. Namun, di Romawi perilaku homoseksual tidak ditampilkan secara umum. Sehingga, pelakunya tidak mendapat dukungan baik secara sosial dan hukum.

Jika dilihat dari budaya, lingkungan politik, dan keluarga warga Romawi memiliki sikap yang berbeda dengan homoseksual.

Homoseksual dilakukan antara budak dan majikan sebagai kekuasaan mutlak dengan otoritas terbatas di keluarga besar sendiri. Majikan mengambil keuntungan dari budak perempuannya serta anak budaknya. Praktiknya itu dilakukan sangat terbatas.

Selain itu, pada zaman Romawi, anak laki-laki dan perempuan dilindungi dari laki-laki dewasa yang ingin merayu. Perilaku seksual antara laki-laki dewasa dan laki-laki remaja juga dilarang. Ini artinya secara hukum, Romawi tidak menyetujui perilaku homoseksual.

Sikap Cina

Perilaku homoseksual di Cina sudah ada pada abad ke-11 sebelum Masehi, yakni pada masa Dinasti Shang.

Selama Dinasti Han berkuasa, kegiatan homoseksual dari kaisar dan menteri sering disimpan dalam catatan sejarah. Menurut catatan sejarah, hampir semua kaisar dari Dinasti Han Barat memiliki pecinta sesama jenis.

Kendati demikian, pada masa kini, Cina menjadi salah satu negara yang sangat menentang homoseksualitas.

Republika 31 Januari 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s