Umami Dalam Penyedap Rasa

Posted: February 9, 2016 in Kuliner
Tags: , , , ,

Umami Dalam Penyedap Rasa

Seringkali penikmat kuliner tidak merasa puas dengan makanan yang dikonsumsi. Kepuasan tersebut memang dapat dicapai melalui berbagai hal, termasuk di antaranya aroma yang pekat dalam makanan.

Sebuah studi menyebutkan, kepuasan seseorang dapat diperoleh dengan rasa umami yang terkandung dalam makanan. Melalui rasa inilah para penikmat makanan akan merasa lebih kenyang dan puas.

Adapun umami, lebih digambarkan kepada makanan yang begitu gurih. Rasa ini dianggap sebagai rasa yang menempati urutan kelima, setelah asin, manis, asam, dan pahit. Umami sendiri mengandung glutamate yang telah lama digunakan dalam masakan di Jepang.

Melalui perkembangan zaman yang kian maju, rasa gurih tersebut kini dapat diperoleh melalui cara yang instan. Beberapa koki telah beralih untuk menggunakan rasa umami pada monosodium glutamate (MSG). Penyedap rasa ini ditambahkan pada sup dan makanan lainnya.

MSG dapat membuat makanan lebih memiliki selera tinggi dan membantu pengunjung restoran merasa lebih cepat kenyang pada makanannya.

Info kain tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Monosodium glutamate telah terbukti meningkatkan rasa kenyang bila dikombinasikan dengan protein. MSG ini tidak sendirian, namun dipadukan dengan nukleotida lain, sering digunakan untuk meningkatkan rasa umami yang dikenal sebagai inosin monofostat (IMP).

IMP biasa ditemukan dalam makanan protein yang sangat tinggi, seperti tuna cakalang dan beberapa bentuk rumput laut. Rasa umami dapat mendorong perubahan pada nafsu makan. Idak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa MSG merugikan individu bila dikonsumsi. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh hati, dengan kelebihan diekskresikan oleh tubuh.

Terdiri dari tiga zat

Bahan penyedap MSG sendiri terdiri dari tiga zat gizi, yakni glutamate, sodium, dan air. Untuk MSG yang dibuat dari glutamate alami berasal dari jagung, tetes tebu, singkong, dan  lainnya, serta ditambahkan juga dengan Na yang dikristalkan.

Sejak bayi, manusia sudah mengonsumsi kandungan glutamate yang terkandung dalam air susu ibu. Glutamat bebas dalam ASI yakni lebih dari 50 persen glutamate.

Selain itu, glutamate juga terkandung dalam beberapa makanan, di antaranya pada makanan laut, seperti kerang, kepiting, lobster, dan daging. Pada susu kambing dan sapi, serta telur juga terkandung bahan ini. Di samping itu, beberapa jenis sayuran dan buah-buahan mengandung glutamate di antaranya, alpukat, anggur, apel, tomat, jagung, jamur, dan bawang.

Republika 25 Januari 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s