Mengatasi Kesemutan

Posted: February 15, 2016 in Kesehatan
Tags: ,

Hampir semua orang mungkin pernah merasakan sensasi bagaimana rasanya kesemutan. Mengapa sering kesemutan? Apa penyebab kesemutan?

Kesemutan disebut parastesia dalam istilah medis, rasanya tentu saja adalah sensasi spontan yang tidak wajar pada anggota tertentu.

Parestesia atau kesemutan adalah terminology untuk suatu gejala dan bukan diagnosis penyakit. Itu sebabnya gejala parestesia bisa dijumpai pada berbagai penyakit yang mengenai saraf, terutama saraf di bagian perifer.

Penyebab tangan sering kesemutan adalah karena aliran darah yang tidak lancar atau sarafnya lemah. Kesemutan paling sering dirasakan di tangan, lengan atau kaki.

Selain itu, penyebab kesemutan antara lain: posisi duduk atau berdiri untuk waktu yang lama. Kurangnya aliran darah ke daerah tertentu, sebagai contoh penumpukan plak dari aterosklerosis di kaki dapat menyebabkan nyeri, mati rasa, dan kesemutan sambil berjalan. Tekanan pada saraf tulang belakang. Kondisi medis tertentu, termasuk diabetes, tiroid kurang aktif, multiple sclerosis, kejang, migraine, atau sakit kepala. Tingkat abnormal kalsium, kalium, atau natrium dalam tubuh dan kekurangan vitamin B12.

Info tentang kain tenun tapis, kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Sebaiknya Anda dapat memperhatikan penyebab-penyebab tangan sering kesemutan di atas agar dapat mencegah penyakit yang lebih serius lagi akibat kesemutan.

Untuk mengatasi tangan yang sering kesemutan adalah dengan mencukupi kebutuhan vitamin-vitamin neorotropik. Konsumsilah vitamin B1, B6, B12. Vitamin-vitamin ini penting untuk menjaga kesehatan jaringan saraf.

Vitamin B1 misalnya, penting untuk metabolisme karbohidrat, serta penyediaan energi untuk saraf. Sedangkan vitamin b6 untuk metabolisme protein dan memelihara fungsi normal saraf. Lalu vitamin b12 penting untuk sintesa asam nukleat dan menjaga integritas jaringan saraf.

Vitamin B tersebut bisa didapatkan dari makanan berupa, sayuran berdaun hijau (seperti bayam, selada, kubis), kedelai, biji-bijian, ikan, telur, susu, gandum, kacang-kacangan, kentang, buncis, daging merah, ungags, ikan, dan keju.

Banyak di antara kita yang menganggap sepele gejala kesemutan ini. Mungkin karena gejalanya yang kadang datang, lebih banyak tidak.

Tetapi perlu Anda ketahui bahwa kesemutan patut diwaspadai jika kesemutan itu terjadi di satu bagian tubuh. Kemudian menjalar ke bagian tubuh lain di sekitarnya. Dan kemudian memperburuk fungsi-fungsi tubuh lainnya, bisa jadi adalah manifestasi tumor di bagian depan otak. Sebuah penyakit amat serius dengan gejala awal sepele.

Beberapa kasus kesemutan juga merupakan sebuah penyakit, misal, diabetes mellitus, stroke, jantung, infeksi tulang belakang.

Majalah Sedekah Plus Edisi 20 tahun II September 2015

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s