Jebakan Media Sosial Bagi Belia

Posted: March 30, 2016 in Anak
Tags:

Jebakan Medsos Bagi Belia

Pada usia sangat muda, anak lebih memanfaatkan medsos sebagai ajang pamer diri yang tanpa perhitungan.

Di Indonesia, yang dikategorikan masuk usia anak adalah mereka yang berusia nol sampai 18 tahun. Ini terkait kematangan emosi dan berpikir. Usia 18 tahun itu sudah cukup matang untuk menggunakan medsos dengan bijak.

Disisi lain, media sosial juga bermanfaat bagi individu berusia di bawah 18 tahun yang disebut anak-anak. Dengan internet dan media sosial, anak-anak bisa berkomunikasi dengan cepat, menambah wawasan, mempelajari hal baru yang positif dan lainnya.

Untuk anak yang berusia di bawah 12 tahun sebenarnya belum memerlukan media sosial meskipun mereka membutuhkan internet untuk mengerjakan tugas sekolah. Anak-anak yang berusia sembilan sampai 12 tahun, belum fokus pada peer group atau pertemanan. Mereka justru membutuhkan perkembangan konsep diri. Hal tersebut bisa didapat dari kegiatan ekstrakurikuler yang memberi kesempatan berinteraksi. Atau mereka memerlukan kursus yang sesuai dengan minat dan hobi.

Sementara, ketika anak memasuki usia di atas 12 tahun, medsos sudah dapat dikatakan menjadi kebutuhan dalam rangka mencari pertemanan yang lebih luas. Kebanyakan anak dan remaja memiliki media sosial untuk bersosialisasi. Bukan hanya gaya, tapi memenuhi kebutuhan mereka, misalnya, grup kelas atau sekolah.

Info lengkap kain tenun tapis lampung, kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Menimbulkan adiksi.

Pada anak usia di bawah 18 tahun, kematangan emosi dan berpikirnya belum sempurna. Jadi, walaupun sudah boleh menggunakan medsos, mereka tetap harus dibantu orang dewasa.

Anak belum tahu, misalkan, banyak foto yang tidak seharusnya diunggah di media sosial. Satu lagi efek yang perlu dipikirkan adalah adiksi terhadap internet. Medsos itu enak dan gampang digunakan anak-anak.

Adiksi dapat merembet ke hal-hal yang buruk. Dorongan mengekspresikan diri di usia remaja awal membuat mereka cenderung memfungsikan medsos sebagai ajang tampil diri. Apalagi, kalau mereka tidak punya modal untuk unjuk prestasi.

Bullying

Bullying marak terjadi di dunia maya. Bullying adalah situasi yang terjadi ketika salah satu individu merasa berhak menguasai orang lain, mengintimidasi orang lain. Artinya, ada ketidaksetaraan, ada situasi kekuasaan yang tidak setara, dan itu bisa terjadi.

Apalagi, sejak aplikasi media sosial bermunculan, meski hanya melalui computer maupun telepon genggam, kekejian dan dampak bullying di dunia maya tak kalah mengerikan dibandingkan yang terjadi di dunia nyata.

Jika bullying terjadi di media sosial, orang tua justru lebih mudah mengecek. Yakni, menelusuri apa yang terjadi pada anak. Setelah memastikan yang terjadi, ajak anak untuk bicara. Carilah dimana harga dirinya telah dirusak oleh pelaku bullying. Berikan rasa aman, dan naikkan harga dirinya.

Republika 20 Maret 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s