Generasi Millenial

Posted: July 15, 2016 in Anak
Tags:

Generasi millenial menjadi yang paling sering diperbincangkan saat ini. Kelompok millennial atau biasa disebut Generasi Y ini merupakan penduduk setelah Generasi X. Generasi Y dikelompokkan ke dalam populasi manusia yang lahir dari 1970-an sampai 2000-an.

Berdasarkan riset dari dalam maupun luar negeri, ada perbedaan pola piker dan pola pengasuhan orangtua dari generasi millennial dengan generasi sebelumnya. Karakter dari orangtua generasi millennial umumnya menjunjung tinggi nilai-nilai yang lebih demokratis dan independen. Sementara, anak generasi millennial juga biasanya lebih berpikiran terbuka.

Orangtua millennial ingin anaknya lebih berpikiran maju, terbuka di bidang apapun. Generasi ini cenderung lebih percaya diri dan optimistis. Tapi juga terlalu banyak menggunakan sosial media untuk pencitraan semata.

Generasi millennial, lanjutnya, memang tidak bisa dilepaskan dari terpaan teknologi. Baik orangtua maupun anak dari generasi ini cenderung lebih senang bermain internet dan malas membuka buku. Padahal, anak dalam pertumbuhan seharusnya dibiarkan lebih banyak bergerak dan juga memiliki minat baca tinggi.

Orangtua juga tidak memberikan contoh baik soal pola hidup sehari-hari. Secara naluriah, tubuh seorang anak sebenarnya aktif bergerak. Namun, seringkali para orangtualah yang mematikan naluriah tersebut. Seperti orangtua malas mengasuh, capai mengikuti anak ke sana ke mari. Jadi, anak diberikan gadget, game agar anak diam.

Meskipun anak generasi saat ini banyak menggali informasi secara mandiri lewat internet, orangtua tetaplah menjadi panutan setiap anak, terutama dalam menjalani gaya hidup sehari-hari.

Sangatlah penting bagi orangtua untuk menjalani gaya hidup sehat dan bugar secara konsisten.

Dalam saling bersinergi antara orangtua dan anak, akan tercipta pola hidup sehat pada era millennial ini. Hidup sehat tidak hanya identic dengan konsumsi makanan dan gizi yang seimbang, tetapi juga aktivitas di luar ruangan.

Anak yang kurang bergerak dan tidak menjaga asupan makanannya berpotensi mengidap berbagai macam penyakit, seperti diabetes dan obesitas. Orangtua harus memberi contoh pola hidup sehat agar anak-anak juga tergerak mencontoh.

Aktivitas di luar ruangan juga tak kalah pentingnya untuk memastikan anak-anak bergerak aktif dan mendapatkan paparan vitamin D yang seimbang. Hal itu berguna untuk mengoptimalkan pertumbuhan fisik anak.

Asupan gizi seimbang terdiri atas susunan makanan sehari-hari yang mengandung jenis zat dan jumlah sesuai kebutuhan tubuh. Hal itu bisa dilakukan dengan memerhatikan variasi makanan, berat badan ideal, dan aktivitas fisik.

Sumber:

Republika 23 Desember hal. 26

Koleksi kain tenun tapis terlengkap di www.rumahtapis.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s