Archive for August, 2017

Mukena sangat identik dengan hijab muslimah Indonesia yang biasa dipakai untuk solat. Mengapa identik dengan hijab muslimah Indonesia? Karena barangkali hanya muslimah Indonesia yang memakai hijab jenis mukena untuk solat. Sebagaimana abaya, niqab, atau cadar yang menjadi ciri khas muslimah di Timur Tengah pada umumnya, maka mukena menjadi ciri khas muslimah di Indonesia atau negara-negara melayu. (more…)

Sudah merupakan ketentuan Ilahi, semua ibadah dalam Islam menyimpan berbagai hikmah yang mulia. Hikmah itu ada yang bersifat lahir, bisa diketahui setiap mukmin, dan ada pula yang tersembunyi, hanya diketahui oleh orang-orang alim yang mendalam ilmunya.

Haji termasuk ibadah yang hikmahnya bisa dilihat secara kasat mata, seperti pengorbanan dengan harta dan jiwa, kepedulian pada sesame, dan lain sebagainya. Selain itu, haji pun memiliki banyak hikmah yang sulit kita indra.

Haji mabrur atau diterima oleh Allah Ta’ala adalah haji yang dilaksanakan secara sempurna dengan memenuhi semua syarat, wajib, dan rukunnya. “Barangsiapa yang melakukan ibadah haji karena Allah kemudian tidak berkata kotor dan tidak melakukan perbuatan fasik atau durhaka, ia akan pulang tanpa dosa sebagaimana ketika ia dilahirkan ibunya. (Muttafaq Alaih) (more…)

Ibadah kurban hukumnya Sunnah muakad (sangat dianjurkan) bagi orang yang mampu secara materi. Ini seperti dijelaskan oleh Rasulullah, “Barangsiapa memiliki kelapangan materi, lalu ia tidak berkurban, maka janganlah ia datang ke tempat shalat kami.” (HR. Ahmad)

Perintah melaksanakan ibadah kurban mempunyai beberapa makna penting.

Pertama, ibadah kurban merupakan usaha muslim mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Untuk mau dan dapat bekurban perlu melakukan perjuangan, terutama mengendalikan hawa nafsu dan egoisme diri. Egoisme diri cenderung membuat orang lupa kepada Allah Ta’ala dan mengabaikan ajaran agama. (more…)

Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna. Namun, mengapa bukan malaikat? Malaikat adalah makhluk Allah yang terbuat dari cahaya. Ia selalu taat dan patuh pada perintah Allah. Tidak pernah ia membangkang kepada-Nya. Jika diperintah bersujud, maka malaikat selama hidupnya akan selalu bersujud kepada-Nya. Dalam diri malaikat, Allah tidak menciptakan nafsu, sehingga tidak ada dalam dirinya dorongan untuk berbuat jahat. Hal ini yang membedakan antara manusia dengan malaikat. Manusia diciptakan dalam dirinya nafsu. Nafsu tersebut dapat mendorong manusia kepada kebaikan maupun keburukan. Pada dasarnya, nafsu selalu mengajak manusia pada keburukan. (more…)