Hubungan Intim Sesuai Syariat Islam

Posted: September 25, 2017 in Kejiwaan

Pada dasarnya, hubungan badan itu diciptakan untuk tiga tujuan. Pertama, untuk memeliharan keturunan dan keberlangsungan manusia hingga sempurnanya proses penciptaan manusia yang Allah tetapkan di dunia ini. Kedua, mengeluarkan air mani yang bila tetap mendekam dalam tubuh akan berbahaya bagi tubuh sendiri. Ketiga, memenuhi hasrat, meraih kenikmatan dan menikmati karunia Allah.

Sperma jika terlalu lama mengendap dalam tubuh bisa menimbulkan stress, gila, epilepsy, dan berbagai penyakit lain. Pengeluaran sperma dari dalam tubuh bisa membantu penyembuhan berbagai penyakit tersebut. Karena kalau sperma terlalu lama mengendap dalam tubuh, ia akan menjadi rusak dan berubah menjadi zat beracun sehingga menimbulkan berbagai penyakit berbahaya.

Di antara manfaat bersetubuh adalah menjaga pandangan mata, mengekang hawa nafsu, mampu menjaga kesucian diri agar tidak berbuat haram. Itu juga berlaku bagi wanita. Bersetubuh berguna bagi pria dan wanita di dunia dan di akhirat.

Satu hal yang perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum berjima atau berhubungan badan adalah mencandai pasangan wanita, mencium, dan mengulum lidahnya. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menyetubuhi istri tanpa melakukan ‘pemanasan’ terlebih dahulu.

Mandi dan wudhu setelah berhubungan badan dapat menambah semangat dan menjernihkan perasaan di samping juga mengganti ion-ion yang hilang setelah bersetubuh, selain juga lebih suci dan bersih.

Bersetubuh bisa berbahaya saat perut sedang kenyang. Dan pada saat perut sangat kosong, lebih sedikit bahayanya dibandingkan saat kekenyangan.

Bersetubuh sebaiknya dilakukan saat syahwat bergejolak dan mengaliri seluruh tubuh tanpa paksaan, tanpa membayangkan sesuatu juga bukan karena memandang yang haram secara bertubi-tubi.

Cara bersetubuh yang terbaik adalah posisi laki-laki di atas wanita dengan menggunakan si wanita sebagai ‘kasurnya’, tentu setelah bercumbu rayu dan saling berciuman terlebih dahulu.

Dibolehkan menyetubuhi wanita dari arah belakang asal tetap dibagian kemaluannya. Sementara berhubungan melalui lubang dubur adalah dilarang dalam syariat.

Waktu terbaik melakukan hubungan seks adalah setelah makanan tercerna dengan baik di lambung, pada tempratur udara yang stabil, bukan dalam keadaan lapar. Karena bila dilakukan saat lapar, dapat memperlemah panas tubuh yang alami. Namun juga jangan dilakukan saat perut kenyang, karena dapat menyebabkan berbagai penyakit penyumbatan dalam tubuh. Jangan juga dilakukan saat tubuh kelelahan, sesudah mandi, sesudah muntah atau buang air, atau sesudah mengalami goncangan psikologis seperti kesedihan atau stress.

Waktu terbaik melakukan hubungan seks adalah di waktu malam. Kemudian mandi atau berwudhu, lalu tidur, agar staminanya pulih kembali. Hindari olahraga atau aktivitas berat sesudah berhubungan seks karena berbahaya untuk tubuh.

 

Metode Pengobatan Nabi, Ibnu Qayyim, Griya Ilmu: Jakarta

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s