Archive for March, 2018

Sudah hampir 4 tahun Bapak Joko Widodo menjadi Presiden Indonesia. Selama itu pula kita sudah dapat melihat dan menilai kinerjanya sebagai seorang presiden. Ada pihak yang puas, namun ada pihak yang kecewa dengan hasil kerjanya. Sebagai masyarakat awam yang telah merasakan kepemimpinan Bapak Joko Widodo, aku pun memiliki penilaian tersendiri. Aku tidak merasa kecewa dengan kepemimpinannya, namun tidak pula merasakan kepuasan, apalagi sampai orgasme.

Ketika debat presiden tahun 2014, khususnya ketika membahas tentang ekonomi, Bapak Joko Widodo sangat menekankan untuk melakukan perbaikan dan pembangunan infrastruktur. Barangkali selama menjadi pengusaha, beliau merasakan betul banyaknya hambatan dalam¬† menjalankan usahanya yang disebabkan buruknya infrastruktur nasional. Saat debat capres itu berlangsung, janji pembangunan infrastuktur merupakan prioritas yang harus dilaksanakan ketika beliau menjadi presiden. (more…)

Advertisements

Angka pengangguran baik secara nasional maupun internasional masih cukup tinggi. Bila dilihat dari segi persentase, mungkin sangat kecil, namun jika dilihat secara nominal riil, jumlahnya bisa mencapai puluhan juta untuk seluruh dunia.

Hidup menjadi pengangguran memang tidak mengenakkan. Selain tidak berpenghasilan, menjadi pengangguran tentu dinilai tidak baik dalam kehidupan sosial masyarakat. Masyarakat umumnya menganggap sinis para pengangguran. Orang yang menganggur juga merasakan tidak nyaman dalam diri mereka, hingga akhirnya menjadi stress, bahkan tak sedikit yang berujung pada tindakan bunuh diri. (more…)

Kehidupan manusia dapat digambarkan seperti roda yang berputar. Kadang ia berada di atas, kadang berada di bawah. Begitu pula kehidupan, ada saat seseorang berada di puncak kesuksesan, namun ada saat ia mengalami keterpurukan.

Namun pada umumnya, seseorang akan merasa diuji oleh Tuhan ketika posisinya sedang dalam keadaan terpuruk. Sedangkan ketika kedudukannya sedang dipuncak kejayaan, ia tidak menyadari bahwa kejayaan itupun merupakan bagian dari ujian dari-Nya. (more…)

Maret 2018, cadar menjadi polemik di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Rektor UIN Sunan Kalijaga mengancam akan memberhentikan mahasiswi yang memakai cadar. Sebelum diberi sanksi pemecatan, para mahasiswi akan diberikan konseling dan pembinaan ideologi Islam moderat. Menurut rektor, pembinaan itu sangat diperlukan, karena mahasiswi yang bercadar dianggap tersusupi pemikiran radikal.

Terlepas dari masalah perbedaan ulama mengenai hukum cadar, sebenarnya larangan bercadar itu sah-sah saja, karena kampus memiliki otonomi untuk mengatur tata tertib civitas akademikanya yang bertujuan agar kegiatan belajar mengajar berjalan dengan kondusif. Jangankan masalah cadar, banyak kampus yang mengatur detail pakaian para mahasiswanya hingga seperti larangan memakai kaos oblong dan sandal. Di beberapa kampus kedokteran bahkan melarang mahasiswinya memakai celana jeans. (more…)

Hakikatnya, manusia tercipta dari tanah dan terlahir tanpa membawa sesuatu apapun. Ia pun kelak mati akan dikembalikan ke dalam tanah dan tidak membawa apa-apa. Tanah adalah suatu unsur yang letaknya dibawah kaki, menjadi alas untuk pijakan kaki.

Jika kedudukan tanah adalah di bawah dan rendah, maka sudah seharusnya manusia mewarisi sifat yang rendah hati. Manusia pun harus menyadari, bahwa tanah merupakan objek yang diinjak-injak, sehingga ia harus mengerti bahwa kehidupan manusia itu memang seperti “diinjak-injak” oleh keadaan.¬† (more…)

Manusia modern dikenal dengan sosok ambisius dalam mengejar uang, property, jabatan, karir. Mereka cenderung menghabiskan kebanyakan waktunya untuk meraih hal-hal yang bersifat materi. Akibat ambisi yang berlebihan terhadap materi tersebut, manusia modern menjadi lupa untuk memenuhi kebutuhannya yang bersifat non materi pada dirinya. Maka tak heran jika banyak manusia modern yang mengalami stress, kecemasan, dan keputusasaan. Tak sedikit dari manusia modern yang memutuskan untuk bunuh diri akibat tekanan hidup yang begitu berat dan datang bertubi-tubi. Padahal jika secara lahiriah, mereka yang memutuskan bunuh diri itu memiliki harta yang berlimpah, memiliki popularitas, dan sehat fisiknya.

Jika melihat fenomena gangguan jiwa dan bunuh diri yang kian marak tersebut, manusia modern harus lebih perhatian lagi pada kebutuhan rohaninya. Sebab kenyataannya, kekayaan yang melimpah, popularitas, jabatan yang tinggi, tidak menjamin kehidupan mereka menjadi bahagia. (more…)