Apa Pantas Manusia Bersikap Sombong?

Posted: March 8, 2018 in Akhlak
Tags: , , , , , , , , , ,

Hakikatnya, manusia tercipta dari tanah dan terlahir tanpa membawa sesuatu apapun. Ia pun kelak mati akan dikembalikan ke dalam tanah dan tidak membawa apa-apa. Tanah adalah suatu unsur yang letaknya dibawah kaki, menjadi alas untuk pijakan kaki.

Jika kedudukan tanah adalah di bawah dan rendah, maka sudah seharusnya manusia mewarisi sifat yang rendah hati. Manusia pun harus menyadari, bahwa tanah merupakan objek yang diinjak-injak, sehingga ia harus mengerti bahwa kehidupan manusia itu memang seperti “diinjak-injak” oleh keadaan. 

Ketika manusia menyadari bahwa manusia terlahir dari sesuatu yang rendah dan diinjak-injak, mengapa ia harus tinggi hati dan congkak dalam menjalani kehidupan? Tanah memang bisa saja berada di atas ketika ia dicetak, dibakar, lalu disusun menjadi dinding-dinding yang menjulang tinggi. Itu sebuah perumpamaan bagi manusia yang sabar dan lulus dari berbagai cobaan hidup, maka ia akan berada pada kedudukan yang tinggi. Manusia dengan kedudukan tertinggi adalah para rasul dan nabi, karena mereka menjalani cobaan hidup yang bertubi-tubi.

Kesombongan adalah sifat khusus yang hanya boleh dimiliki Tuhan. Dia adalah satu-satunya Pencipta alam semesta, Dzat Yang Mahakuasa, dan Yang Maha Tinggi. Tidak ada manusia yang pantas memakai sifat sombong tersebut, seberapa pun besar kekuasaannya, seberapa pun banyak hartanya, seberapa pun kuat tenaganya.

Jika kita mengkaji kisah-kisah orang terdahulu yang bersikap sombong, maka akhir hidup mereka sungguh mengenaskan. Siapakah manusia dibumi sekarang ini yang lebih kaya dari Qarun? Tentu tidak ada. Kunci gudang harta Qarun bahkan terbuat dari bongkahan emas yang hanya bisa diangkat oleh kumpulan orang yang kuat. Kekayaan menjadikan Qarun sombong, maka Allah lenyapkan ia dan hartanya. Siapakah orang sekarang ini yang lebih besar kekuasaannya dari Fir’aun? Tidak ada. Fir’aun bahkan mampu membuat patung dan piramid yang tinggi. Namun Fir’aun sombong, ia mengaku tuhan, maka Allah tenggelamkan ia beserta pasukannya.

Lalu bagaimana dengan kita, yang kekayaannya, kekuatannya, kekuasaannya tidak ada apa-apanya dibandingkan Qarun dan Fir’aun? Layaknya kita harus merasa tinggi hati dan sombong?

Untuk mengetahui betapa lemahnya diri kita adalah dengan melihat kondisi kita ketika tubuh diserang oleh penyakit. Ternyata tubuh kita tak mampu menghalau makhluk sekecil bakteri dan virus yang ganas, sehingga tubuh terkulai lemas di atas tempat tidur. Manusia yang mati karena makhluk kecil seperti bakteri dan virus, jauh lebih banyak dibandingkan yang mati karena diterjang bom raksasa.

Berhadapan dengan virus yang kecil yang saking kecilnya tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, itupun manusia tak mampu menang. Itu bukti bahwa manusia begitu lemah, sehingga tak ada yang layak disombongkan dalam hidupnya. Betapa banyak penguasa yang jatuh. Betapa banyak pengusaha yang bankrut. Betapa banyak orang kuat yang jatuh sakit. Apakah kisah jatuhnya orang-orang besar tersebut tidak menjadi pelajaran bagi kita?

Jika kita selalu merenungi asal-usul penciptaan manusia, maka seharusnya tidak akan terbersit sedikit pun dalam diri kita untuk merasa lebih baik dari orang lain. Kekayaan, kekuasaan, kedudukan yang kita miliki saat ini hanyalah titipan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menjadi bekal kebaikan diakhirat kelak.

Tidak ada keunggulan yang abadi karena semua yang dibumi akan sirna. Saat kita sakit, kita tak mampu berbuat banyak, hanya merintih dan merintih. Tenaga yang dulu begitu besar, dalam sekejap dihisap oleh penyakit. Bahkan ketika menghadapi sakratul maut, mata yang terbelalak karena merasakan tubuh yang begitu kesakitan, kita tak mampu berbuat apa-apa walau hanya untuk menutup mata. Dahulu kita mungkin mampu mengangkat beban beratus kilo, namun ketika ruh sudah tercabut, untuk menutup mata pun harus dibantu orang lain. Lalu mengapa kita masih harus sombong dengan segala kekayaan, kesehatan, kekuasaan yang dimiliki saat ini? Sadarlah wahai manusia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s