Archive for June, 2018

Dalam suatu pernyataannya dalam menanggapi pidato Prabowo tentang prediksi Indonesia bubar 2030 dan adanya elit-elit maling, Kiai Ma’ruf Amin menyatakan agar Prabowo berani menyebut nama elit tersebut sehingga tidak membuat kegaduhan di masyarakat dengan menerka-nerka siapa elit yang dimaksud.

Tak berapa lama, terjadi kasus puisi kontroversi yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarno Putri yang menyudutkan azan, cadar, dan syariat Islam. Setelah puisinya menimbulkan kemarahan masyarakat, Sukmawati pun menemui Kiai Ma’ruf Amin untuk minta maaf. Kemudian Kiai Ma’ruf Amin menghimbau agar masyarakat bisa memaafkan Sukmawati.

Tak berapa lama dari dua perisitiwa itu, bertebaran meme yang mengkritik tindakan Kiai Ma’ruf Amin yang seakan-akan membela kepentingan penguasa. Meme-meme itu pun bukan sekadar mengkritik sikap Kiai Ma’ruf Amin, bahkan ada yang sampai menghujat dengan kata-kata kasar yang tidak layak dialamatkan kepada ulama sebesar Kiai Ma’ruf Amin. (more…)

Advertisements

Paham liberal memandang bahwa setiap orang bebas dan berhak menganut suatu keyakinan atau ideologi serta setiap orang, apapun kedudukannya, memiliki persamaan kedudukan di dalam hukum. Dalam paham liberal, setiap orang bebas untuk mengemukakan pendapat dan pikiran tanpa harus takut ditangkap, dihukum, atau dieksekusi oleh siapa saja.

Pada negara-negara yang menganut paham liberal, jangankan mengkritik orang, mengkritik agama dan Tuhan pun dibolehkan. Kritik dibalas kritik, argumentasi dibantah dengan argumentasi pula. Memang seharusnya seperti itu, perdebatan akan mengasah logika dan kemampuan berpikir. Berbeda jika kritik dibalas dengan “tinjuan tangan”, rakyat pun menjadi takut untuk berargumentasi. (more…)

Tiap orang membutuhkan orang lain untuk mendengarkan curahan permasalahan yang mengendap di hati dan pikirannya. Seringkali seseorang mencurahkan permasalahannya bukan untuk dibantu, namun cukup untuk didengarkan. Jika akhirnya dibantu, pasti lebih menyenangkan lagi.

Seseorang yang menutupi persoalan hidupnya  dari orang lain cenderung beresiko menderita depresi. Isi hati dan pikiran bisa dikatakan suatu energi yang butuh dilepaskan. Jika ia dipendam dan tidak disalurkan energinya, layaknya api dalam sekam, maka sewaktu-waktu ia akan meledak. Seperti balon yang terus ditiup, karena udara yang masuk terus menerus dan tertahan di dalam balon, maka lama-lama balon akan terus menggelembung hingga akhirnya meledak. Artinya, saat dimana masalah seseorang terus berdatangan, sementara jiwanya terus tertekan, maka akan memicu munculnya emosi yang meledak-ledak. (more…)