Manfaat Doa Bagi Kesehatan Jiwa

Posted: June 1, 2018 in Kejiwaan
Tags: , , , , , , , , ,

Tiap orang membutuhkan orang lain untuk mendengarkan curahan permasalahan yang mengendap di hati dan pikirannya. Seringkali seseorang mencurahkan permasalahannya bukan untuk dibantu, namun cukup untuk didengarkan. Jika akhirnya dibantu, pasti lebih menyenangkan lagi.

Seseorang yang menutupi persoalan hidupnya  dari orang lain cenderung beresiko menderita depresi. Isi hati dan pikiran bisa dikatakan suatu energi yang butuh dilepaskan. Jika ia dipendam dan tidak disalurkan energinya, layaknya api dalam sekam, maka sewaktu-waktu ia akan meledak. Seperti balon yang terus ditiup, karena udara yang masuk terus menerus dan tertahan di dalam balon, maka lama-lama balon akan terus menggelembung hingga akhirnya meledak. Artinya, saat dimana masalah seseorang terus berdatangan, sementara jiwanya terus tertekan, maka akan memicu munculnya emosi yang meledak-ledak.

Ada beberapa alasan mengapa seseorang lebih suka menutup-nutupi permasalahan hidupnya dan tidak mau bercerita dengan orang lain. Bisa jadi ia mengalami trauma karena permasalahan hidupnya pernah dibocorkan oleh teman curhatnya, atau mungkin juga ia merasa kesal karena curahan hatinya bukannya didengar, tapi justru ia dihakimi dan dinasehati secara berlebihan.

Bagaimanapun tertutupnya seseorang, alangkah baiknya seseorang untuk menceritakan permasalahannya. Barangkali masalah itu tidak akan selesai, namun jelas akan mengurangi beban batin, sehingga membuka sedikit ruang bagi jiwa untuk merenung dan berpikir dengar jernih.

Alternatif curahan hati yang cocok bagi seseorang yang memiliki sifat tertutup adalah dengan berdoa. Ia bermonolog dengan Tuhan. Meski tampaknya berdoa adalah komunikasi satu arah, namun cukup efektif untuk mengurangi uneg-uneg yang membebani di dalam hati. Orang pun tidak perlu malu untuk mengungkapkan segala bentuk permasalahannya dengan khidmat, menangis, bahkan meronta-ronta sekalipun. Jika perlu menangis, maka menangislah sekeras-kerasnya. Asalkan tidak mengganggu tetangga.

Doa ini pun sifatnya universal, bisa dilakukan oleh setiap orang, apapun agamanya, selama ia mengakui keberadaan Tuhan. Ketika seseorang berdoa pada Tuhan, sesungguhnya ia tidak sekedar mengungkapkan permasalahan hidupnya, namun ia bisa meminta solusi pada-Nya. Apapun masalahnya, Tuhan punya solusinya. Jika kita meyakini Tuhan adalah Dzat Yang Maha Kuasa, justru berdoa pada-Nya menjadi sebaik-baik cara dalam menghadapi masalah, dibandingkan dengan sekedar curhat kepada orang lain. Seberat-beratnya masalah yang kita hadapi, tetap saja masalah itu kecil bagi-Nya, sehingga mudah bagi-Nya untuk membantu selama kita tetap bersabar dan berusaha.

Namun masalahnya, kebanyakan orang kurang percaya dengan kuasa Tuhan. Mayoritas orang hanya pada tahap percaya bahwa Tuhan itu ada. Akan tetapi saat ia menghadapi kesulitan, ia lupa dengan kemahahebatan Tuhan. Malah ia sibuk mencari satu per satu orang untuk meminta bantuan. Kalau orang itu tidak mau membantu, tentunya kita pulang dengan muka yang malu.

Doa sebagai self counseling merupakan upaya pemulihan diri dan self therapy dari jiwa yang tertekan, depresi, dan kesepian. Ketika masalah itu diceritakan, kondisi jiwa akan lebih lega dan lapang. Masalah barangkali belum terselesaikan, tetapi jiwa yang sehat akan lebih siap menghadapinya. Pemikiran yang jernih muncul dari jiwa yang lega dan lapang sehingga melalui perenungan  yang tenang, akan lahir solusi-solusi jitu untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi.

Doa merupakan perenungan dari evaluasi dari masa lalu dan harapan di masa depan. Siapapun bisa melakukan kesalahan di masa lalu, maka dengan doa, berharap kesalahan itu tidak terulang kembali, serta terbuka harapan baru untuk berhasil dan berkembang di masa yang akan datang.

Tidak bisa seseorang benar-benar menutup diri tanpa mengutarakan permasalahannya pada pihak lain. Terkadang bukan masalah yang membuat berat hati dan pikiran, namun kapasitas hati dan pikiran yang terlalu kecil, sehingga tidak mampu menampung masalah yang bermunculan. Masalah jangan dipendam dalam hati, namun ungkapkan kepada siapa saja yang dipercaya. Jika tidak percaya untuk mengatakannya pada seseorang, maka ungkapkan saja pada angin, bintang, bulan, matahari, binatang peliharaan atau pada rumput yang bergoyang. Namun yang terbaik adalah mengutarakan segala keluh kesah itu kepada Tuhan, itulah doa.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s