Archive for the ‘Akhlak’ Category

Banyak orang lemah iman sengaja bergaul dengan sebagian orang fasik dan ahli maksiat, bahkan mungkin bergaul pula dengan sebagian orang yang menghina syariat Islam. Tidak diragukan lagi, perbuatan semacam itu adalah haram dan membuat cacat akidah. Allah Ta’ala berfirman, “Dan apabila kamu melihat orang yang memperolok-olok ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).” (QS. Al-An’am: 68) (more…)

Advertisements

Adab Makan dan Minum

Posted: March 24, 2016 in Akhlak
Tags:

Adab Makan dan Minum

Makan dan minum merupakan kebutuhan sehari-hari manusia. Dalam hal makan dan minum, manusia dan binatang sama-sama melakukan dan membutuhkannya. Namun yang membedakan adalah manusia mempunyai tata cara (adab), sedangkan binatang menjadikan makan dan minum hanya sekedar untuk memuaskan nafsunya. Adab makan dan minum tersebut menjadikan kegiatan makan dan minum bagi manusia tidak hanya sekedar untuk memuaskan nafsu saja, namun juga bernilai ibadah.

Berikut ini beberapa adab makan dan minum berdasarkan apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari Al-Quran dan Sunnah.

(more…)

Homoseksual, Gangguan Moral Akibat Lingkungan

Homoseksualitas adalah gangguan moral. Dalam proses penciptaan, tidak ada orang yang lahir sebagai seorang pencuri, pembohong, atau sebagai homoseksual dan lesbi. Perilaku menyimpang ini diperoleh karena adanya kebiasaan yang tidak baik dan kurangnya bimbingan serta pendidikan yang tepat.

Ada begitu banyak alasan mengapa homoseksual dilarang dalam Islam. Homoseksual merupakan penyakit berbahaya bagi kesehatan individu dan masyarakat. Hal ini memalukan bagi pria dan wanita. Perilaku ini dapat mendegradasi seseorang. (more…)

Islam Menentang Homoseksualitas

Alquran dan hadis secara jelas dan gambling melarang perbuatan homoseksual.

Islam secara eksplisit mengutuk perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Dalam sejarah Islam, homoseksual telah ada pada masa kaum Nabi Luth. Kisah penyimpangan seksual kaum Nabi Luth ini tertulis dalam Alquran Al-A’raaf: 80-84, Huud: 81-83, Al-Ankabut: 28-35, dan Asy-Syuaraa: 160-175.

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth kepada kaumnya, ‘Mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah itu yang belum pernah dikerjakan oleh seseorang pun (di dunia ini) sebelum kalian?’ Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, kalian ini adalah kaum yang melampaui batas.”

Kaum Nabi Luth diberi peringatan oleh Allah pada waktu subuh. Luth datang bersama Ibrahim dan orang-orang yang beriman. Sekembalinya mereka berdua dari Mesir, Luth dan Ibrahim sepakat berpisah karena satu tanah terbatas tidak cukup untuk hewan ternak mereka. (more…)

Verbal Bullying

Posted: February 1, 2016 in Akhlak
Tags: ,

Penindasan secara verbal sebenarnya jauh lebih menyakitkan

Kamu punya julukan sejak kecil? Jika nama julukannya bagus dan sesuai dengan diri kamu sendiri, tentu itu jadi menyenangkan. Namun, bagaimana untuk mereka yang mendapatkan julukan buruk karena ada kekurangan dalam dirinya? Panggilan si Gendut, Item, Tompel, Keriting atau Si Kurus mungkin akrab dengan keseharian kamu. Atau, malah kamu sendiri yang sering memanggil julukan buruk itu pada teman-teman sendiri?

Tahukah kamu, ketika memanggil dengan julukan yang buruk, sebenarnya sama saja kamu sudah menjelma menjadi seorang penindas alias orang yang melakukan bullying. Sebaliknya, ketika kamu yang mendapatkan panggilan buruk itu, kamu sudah menjelma menjadi korban penindasan.

Penindasan bisa terjadi karena tiga hal, yaitu adanya kondisi pelaku dan korban yang tidak sama kuat, terjadi berkali-kali, dan direncanakan. Jika ketiga unsur itu dipenuhi, barulah bisa dikatakan bullying. Aksi penindasan itu juga bisa beragam, bisa secara fisik, bullying seksual, siber atau verbal. (more…)

Membumikan Kebaikan

Betapa terperanjatnya Abu Bakar. Saat ia bersua dengan Hanzalah, sahabat nabi itu menilai dirinya telah menjadi orang munafik.

Suatu ketika Abu Bakar bertemu dengan Hanzalah di jalan. Abu Bakar pun bertanya kabar, “Apa akabar wahai Hanzalah?”

“Hanzalah telah munafik!” jawab Hanzalah tegas. Sontak perkataan sahabat Nabi itu mengagetkan Abu Bakar. “Maha Suci Allah! Mengapa kamu berkata demikian wahai Hanzalah!” Tanya Abu Bakar.

Ia pun menjawab, “Bagaimana saya tidak jadi seperti orang munafik! Apabila kita berada di sisi Nabi Muhammad, baginda mengingatkan kita tentang neraka dan surga sehingga seolah-olah kita dapat melihatnya dihadapan mata kita. Tetapi, apabila kita beredar meninggalkan baginda, kita telah dilalaikan dengan anak dan harta benda kita, sehingga kita melupakan peringatan yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad itu.” (more…)

Rasulullah Sosok Panutan Keluarga

Sebagai pemimpin agama dan umat, Rasulullah sangat perhatian ke keluarga.

Sebelum bicara terlalu jauh dalam konsep berbangsa dan bernegara, kesuksesan sebenarnya diawali dari keluarga. Inilah basis keberhasilan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memimpin umat yang dimulai dari keberhasilan dalam keluarga.

Rasulullah bersabda, “Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya. Dan aku adalah yang terbaik pada keluargaku di antara kalian.” (HR. Tirmidzi)

Dalam hadis di atas, tergambar bagaimana Islam sangat memuliakan keluarga. Kendati Rasulullah seorang kepala negara, panglima perang, dan pemimpin umat, beliau tetap bisa menjadi suami dan ayah terbaik bagi sembilan rumah tangganya. (more…)