Archive for the ‘Anak’ Category

Bila Prestasi Anak Jeblok

Posted: December 29, 2016 in Anak
Tags:

Bila Prestasi Anak Jeblok

Gangguan belajar spesifik atau dikenal juga dengan specific learning disability/SLD merupakan sebuah kelainan perkembangan saraf pada anak karena adanya gangguan neurobiology dalam susunan saraf pusat anak. Akibatnya, anak tidak bisa mencapai kemampuan seperti anak seusianya dalam kemampuan membaca, menulis, dan menghitung.

Anak berprestasi akademis kurang baik dapat dicurigai menderita SLD ketika ia dalam kondisi normal. Maksudnya, si anak tidak memiliki gangguan penglihatan, pendengaran, dan motoric, gangguan kognisi serta gangguan emosional yang dapat memengaruhi proses anak dalam menyerap informasi. Seorang anak juga baru bisa dicurigai menderita SLD ketika prestasinya terhambat akan tetapi ia tidak mengalami gangguan dari segi budaya, lingkungan, ataupun ekonomi dalam proses belajar.

Gangguan neurobiology yang menyebabkan anak menderita SLD dipengaruhi oleh setidaknya dua hal, yaitu faktor genetic dan faktor toksikologi. Selain itu, gangguan neurobiology ini juga dapat terjadi akibat adanya infeksi yang memengaruhi perkembangan otak anak. (more…)

Bahaya Dibalik Gadget

Posted: December 29, 2016 in Anak
Tags:

Bahaya Dibalik Gadget

Menatap gadget terlalu lama membuat pelindung alami mata tidak berfungsi dan meningkatkan risiko gangguan mata.

Di tengah perkembangan teknologi saat ini, bermacam gadget dengan kualitas sangat baik marak dijumpai di kalangan masyarakat.

Selain gadget menyebabkan rabun pada mata, mata lelah, perih, dan kemerahan, rupanya radiasinya pun berdampak pada tubuh. Bermain gadget terlalu lama juga akan menyebabkan sakit kepala, pusing, dan pegal di sekitar pundak. Jika seseorang sudah mengalami keluhan-keluhan seperti, kemungkinan besar orang tersebut menderita computer vision syndrome (CVS).

CVS adalah sekumpulan gejala dari gangguan kesehatan pada penglihatan seseorang yang diakibatkan oleh penggunaan telepon selular (ponsel) selama dua jam secara terus-menerus.

CVS disebabkan oleh frekuensi berkedip yang menurun akibat menggunakan computer atau gadget terlalu lama. Sementara, letak computer serta pengaturan cahaya juga berada dalam posisi yang salah. Kondisi ini juga diperparah dengan kurang diperhatikannya suplemen yang dibutuhkan oleh mata, yakni jenis lutein dan zeaxanthin. Padahal kedua zat tersebut cukup penting dibutuhkan oleh mata sebagai pelindung dari cahaya yang dapat merusak dan berfungsi sebagai antioksidan pada mata.

Sebenarnya mata kita memiliki kedua zat tersebut secara alami. Tapi, dengan semakin tingginya ritme serta gaya hidup modern, antioksidan alami ini ternyata tidak cukup untuk melindungi mata dari faktor yang dapat merusak kesehatannya. Mereka yang sering bekerja lama dengan computer serta menatap gadget terlalu lama membuat pelindung alami mata tersebut tidak mampu lagi melindungi mata. Sehingga, pada akhirnya akan memperbesar risiko terjadinya CVS akibat paparan cahaya yang konstan dari gadget.

Gadget pun tak hanya menimbulkan CVS. Kekurangan zat lutein dan zeaxanthin bahkan dapat meningkatkan risiko terkena katarak. Selain itu, juga dapat menurunkan ketajaman penglihatan seiring dengan usia yang bertambah.

Untuk mencegah hal tersebut, disarankan agar kita menerapkan pola hidup sehat, dengan cara rajin mengonsumsi buah dan sayuran yang kaya akan vitamin A. Jika perlu, mengonsumsi suplemen untuk kesehatan mata juga dapat menjadi alternative apabila tidak sempat mengonsumsi buah dan sayur secara rutin.

Tapi ada baiknya semua itu memang kita dapat langsung dari sumbernya dan bukan ekstraknya. Konsumsi suplemen juga harus diperhatikan komposisinya dan alangkah lebih baik semua itu harus dikonsultasikan ke dokter mata terlebih dahulu.

Republika 27 Oktober 2015

Koleksi kain tenun tapis terlengkap diĀ www.rumahtapis.blogspot.com

Cara Mudah Mengenali SLD

Posted: November 1, 2016 in Anak
Tags:

Cara Mudah Mengenali SLD

Jika anak mengalami masalah dalam prestasi akademisnya dan memiliki kriteria berikut ini, patut dicurigai bahwa sang anak menderita SLD

Anak tidak bisa mencapai kemampuan berbahasa, membaca, atau menulis, dan berhitung sesuai dengan kemampuan anak seusianya.

Anak memiliki kemampuan kognitif yang normal, dalam arti IQ-nya tidak di bawah rata-rata.

Anak tidak mengalami gangguan indra seperti gangguan penglihatan, pendengaran, dan motoric dalam belajar.

Anak tidak memiliki gangguan emosional. (more…)

Bekali Anak Dengan Makanan Sehat

Sebagian makanan jajanan anak yang dibeli di sekolah hanya berisi empty calorie atau tanpa kalori. Namun, makanan yang berkalori atau tinggi lemak pada jajanan anak umumnya membuat anak merasa kenyang. Sehingga, anak enggan mengonsumsi makanan lain sebagai sumber zat gizi lain.

Apabila hal ini dibiarkan terjadi dalam waktu yang lama, anak dapat mengalami defisiensi status gizi. Akibatnya, anak bisa mengalami penurunan konsentrasi dan kegiatan belajar anak terganggu.

Belum lagi efek berbahaya dari kandungan berbahaya dalam jajanan anak yang ikut berkontribusi negatif bagi kesehatan anak. Secara kumulatif, zat berbahaya itu menumpuk dan tidak bisa dicerna oleh tubuh yang bisa berdampak pada pengaktifan sel kanker. (more…)

Cara Menjaga Kesehatan Gigi

Menyikat gigi setiap sehabis makan dengan cara yang baik, terutama usai makan makanan manis. Bila perlu, batasi mengonsumsi makanan manis dan lengket. Makanan tersebut mudah melekat pada gigi yang jika tidak langsung dibersihkan akan membentuk plak dan akhirnya menyebabkan kerusakan gigi.

Usahakan menyikat dan menjangkau seluruh permukaan gigi, mulai dari gigi bawah, bagian dalam, dan bagian atas.

Gunakan sikat gigi dengan permukaan yang lembut dan tak melukai gusi.

Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, kalsium, dan daun sirih, guna memperkuat gigi agar tidak mudah berlubang. (more…)

Bahaya Obesitas Pada Anak

Posted: September 29, 2016 in Anak
Tags:

Bahaya Obesitas Pada Anak

Indonesia merupakan negara dengan tingkat obesitas anak tertinggi di antara negara-negara ASEAN.

Masa kanak-kanak adalah masa pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang optimal. Namun dalam pengembangannya, bagaimana jika anak mengalami kegemukan (obesitas)?

Tentunya, hal itu akan berpengaruh pada tumbuh kembang dan aktivitas anak. Obesitas pada masa kanak-kanak dapat menyebabkan dampak signifikan bagi kesehatan fisik, jiwa, dan sosial. Faktor asupan energi (baik dari karbohidrat maupun lemak), aktivitas fisik, gaya hidup, dan lingkungan memiliki peran penting dalam meningkatnya prevalensi obesitas di seluruh dunia.

Sementara itu, kecenderungan mengonsumsi minuman bergula atau berkalori semakin meningkat pada anak-anak. Padahal, minuman yang mengandung gula dapat memicu kegemukan. (more…)

Kandungan Berbahaya Dalam Jajanan Anak

Formalin

Formalin biasanya didapati pada ikan asin, tahu, daging segar, dan mie basah. Tahu berformalin tidak mudah hancur, dan mie basah tidak lengket, mengilat, dan berbau khas formalin. Bahan kimia ini berbahaya jika terhirup, terkena kulit dan tertelan. Makanan berformalin tahan hingga berminggu-minggu. Formalin dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, reaksi alergi, dan luka bakar pada kulit, rasa terbakar pada mulut, mual, muntah, hingga kejang dan koma. Bahan ini dapat merusak hati, jantung, otak, ginjal, dan saraf, bahkan berpotensi mengaktifkan sel kanker. (more…)